RELUNG.ID – Seorang penjaga warung kopi atau warkop bernama Tedi Danil (60) mengaku diserang pria tak dikenal dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan balok kayu saat berjualan di Pasar Induk Jakabaring Palembang.
Akibat dari kejadian tersebut, Tedi harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI untuk mendapatkan perawatan usai mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri dan patah tulang pergelangan tangan kiri.
Ditemui di RSUD Palembang BARI, Tedi menceritakan peristiwa itu terjadi di warkop miliknya di kawasan Pasar Induk Jakabaring, di Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dikatakan oleh Tedi, berawal ketika pelaku yang belum diketahui identitas itu mendatangi tempat kejadian perkara yang langsung melemparnya dengan batu bata. Lemparan itu tepat mengenai kening korban.
“Saya mengira dia mau belanja, jadi saya tawarkan kopi. Tapi dia malah melempar saya dengan batu bata hingga mengenai pelipis,” ungkap Tedi kepada awak media.
Tidak sampai disitu, kata Tedi, serangan tersebut berlanjut dengan menggunakan senjata tajam (sajam). Pelaku berusaha menikam dengan pisau hingga mengenai dada sebelah kiri.
Lalu pelaku kembali menyerang korban dengan kayu balok yang diambilnya dari lokasi kejadian. Korban Tedi sempat menangkis pukulan itu dengan menggunakan tangan kiri hingga harus patah tulang pergelangan tangan.
Tedi menduga dibalik penyerangan ini berkaitan dengan kejadian sebelumnya. Yang mana dia memergoki pesan WhatsApp mesra menggunakan kata-kata sayang di handphone milik istrinya.
“Saya sudah lama curiga dengan istri, tetapi tidak ada bukti Pak. Jadi pas dia terlelap tidur, saya diam-diam ambil HP dia dan memeriksanya. Saat itu saya menemukan banyak pesan bernada mesra, ada kata sayang. Pas saya tanyakan dia malah tidak terima,” ungkap dia.
Sementara, Kapolsek SU I Palembang, Kompol Heri membenarkan adanya peristiwa penganiayaan tersebut. “Benar telah terjadi peristiwa penganiayaan oleh orang tidak dikenal di warung kopi milik korban.” Kata Heri.
Lanjut Heri, korban mengalami luka akibat benturan batu, luka tusuk pada dada kiri, hingga patah tulang pada pergelangan tangan.
“Usai kejadian, warga langsung memberikan pertolongan dan membawa tedi ke RS Bari Palembang untuk mendapatkan perawatan,” kata dia.
Kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek SU 1 palembang. polisi masih memburu titik terang terkait identitas pelaku sekaligus mengungkap motif sebenarnya di balik penganiayaan tersebut. (DNP)

