RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) telah menyiapkan segala aspek terkait pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel, Edward Candra, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian, Senin (3/2/2025).
Rakor yang digelar secara daring ini dihadiri oleh Ketua DPRD Sumsel, Andie Dinialdie, serta para pejabat terkait. Dalam rapat tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengumumkan bahwa pelantikan kepala daerah terpilih tanpa sengketa awalnya dijadwalkan pada 6 Februari 2025, namun ditunda hingga 20 Februari 2025.
Penundaan ini disebabkan oleh proses pembacaan putusan dismissal sengketa Pilkada yang akan berlangsung pada 4-5 Februari 2025. Dengan demikian, pelantikan akan dilakukan serentak pada 20 Februari 2025 di Ibu Kota Negara, Jakarta.
“Pelantikan kepala daerah yang tidak memiliki sengketa serta yang telah diputuskan dalam sidang dismissal akan dilaksanakan pada 20 Februari 2025,” ujar Tito.
Berdasarkan Surat Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 76/AP.03.05/01/2025, sebanyak 296 daerah tidak menghadapi gugatan sengketa Pilkada, yang terdiri dari, 21 Provinsi, 225 Kabupaten dan 50 Kota.
Sementara itu, sebanyak 249 daerah masih menghadapi sengketa, yang terdiri dari 16 Provinsi, 190 Kabupaten dan 43 Kota.
Sekda Sumsel, Edward Candra, menegaskan bahwa pihaknya telah mempersiapkan semua aspek pelantikan untuk Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati, serta Wali Kota-Wakil Wali Kota di Sumsel.
“Kami telah menyiapkan semua keperluan terkait pelantikan, serah terima jabatan, hingga proses administrasi lainnya. Sesuai arahan Mendagri, pelantikan kemungkinan besar akan berlangsung pada 20 Februari 2025, dan kami akan menyesuaikan dengan keputusan tersebut,”ujar Edward. [TRA]

