RELUNG.ID – Maraknya insiden kapal tongkang bermuatan batu bara yang menabrak rumah warga di pinggiran Sungai Musi memicu perdebatan tentang perlunya solusi jangka panjang. General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, menegaskan bahwa salah satu solusi utama untuk mengatasi masalah ini adalah percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat.
Dalam rapat bersama Komisi III DPRD Kota Palembang pada Rabu (19/3/2025), Nunu menjelaskan bahwa keberadaan pelabuhan di pusat kota menjadi faktor risiko utama terjadinya kecelakaan kapal. Ia menilai bahwa idealnya pelabuhan berada lima kilometer di luar kota agar lalu lintas kapal tidak mengganggu permukiman warga.
“Solusinya adalah mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Jika pelabuhan ini selesai, maka permasalahan tabrakan kapal dan kemacetan di Sungai Musi bisa lebih terkendali,” tegas Nunu.
Ia juga menyebut bahwa kebijakan pembatasan truk di kawasan Pelabuhan Boom Baru telah membuat sejumlah pelaku industri lebih memilih alternatif lain, seperti ke Lampung. Hal ini semakin memperkuat urgensi pembangunan pelabuhan baru di luar kota.
Selain itu, dalam rapat tersebut DPRD Kota Palembang menyoroti maraknya insiden kapal tongkang yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2024, tercatat 28 kasus kapal menabrak rumah warga dan infrastruktur di sekitar Sungai Musi. DPRD meminta agar pengawasan diperketat serta memastikan operator kapal mematuhi aturan keselamatan.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Sudirman, menyatakan bahwa selain pengawasan, pihak operator kapal dan BOP (Badan Operasi Pelabuhan) juga perlu meningkatkan kontribusi sosialnya bagi masyarakat terdampak.
“Kami berharap ada kepedulian nyata dari pelaku usaha ini. Jika tidak ada payung hukum yang mengatur, mereka tetap bisa memberikan bantuan melalui CSR atau bentuk lain seperti infaq dan sedekah,” ujar Sudirman.
DPRD juga meminta adanya penambahan alat bantu navigasi di Jembatan Ampera dan titik-titik rawan lainnya guna mengurangi risiko kecelakaan di Sungai Musi. (DSK)
