Diakhir tahun ini, Pemerintah pusat berencana untuk melakukan konversi penggunaan kendaraan BBM ke kendaraan listrik.
Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan dikutip dari keterangan resmi Kementrian Kominfo, Selasa kemarin (31/8).
“Konversi kendaraan BBM ke kendaraan listrik ini sesuai dengan arahan Presiden,” katanya.
Dia menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik secara otomatis akan mengurangi impor bahan bakar energi Indonesia dari negara lain. Sehingga, tidak bergantung lagi kepada pihak luar. Dia berharap nantinya, kendaraan BBM di Indonesia sangat berkurang, karena akan menggunakan motor dan mobil listrik, sehingga udara dapat bersih.
“Nantinya pemanfaatan APBN juga bakal diarahkan untuk penggunaan kendaraan listrik, mulai bus, mobil dan sepeda motor listrik,” tutupnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data dari PLN, kendaraan listrik yang akan digunakan dalam KTT G20 di antaranya 616 mobil VVIP dan delegasi, 290 sepeda motor patroli pengawalan, dan 300 mobil operasional dengan berbagai merk.
Untuk mendukung pengisian listrik kendaraan-kendaraan tersebut, PLN akan menyediakan 66 unit SPKLU beserta 4 cadangannya dan juga 21 unit Pengisian Cepat (Fast Charging) yang tersebar di berbagai lokasi. Selain itu, PLN juga akan menyediakan 200 unit Pengisian Rumah (Home Charging) di 10 lokasi. Tidak hanya PLN, perusahaan Toyota juga akan turut menyediakan SPKLU sebanyak 12 unit.

