RELUNG.ID – Rencana pembangunan lima flyover (FO) di Kabupaten Muara Enim diprediksi menjadi langkah strategis yang dapat mendorong perekonomian daerah, terutama dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam, khususnya batubara.
Pj Bupati Kabupaten Muara Enim, Hengky Putrawan, menyatakan bahwa pembangunan flyover yang menghubungkan langsung ke pelabuhan di Palembang akan mampu meningkatkan ekspor batubara hingga 34 juta ton per tahun.
Saat ini, PT KAI hanya mampu mengangkut sekitar 55 juta ton batubara, sementara sektor swasta menyumbang 84 juta ton per tahun. Peningkatan volume angkutan ini diprediksi akan memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi sektor batubara tetapi juga perekonomian Kabupaten Muara Enim secara keseluruhan.
“Proyek flyover ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga memiliki dampak besar pada kesejahteraan masyarakat Muara Enim. Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang signifikan, proyek ini diyakini akan memperkuat posisi Kabupaten Muara Enim sebagai penggerak utama ekonomi di Sumsel dan meningkatkan elektabilitas pemerintah daerah,” ujar Hengky, Selasa (14/1/2025).
Dari sisi keuangan, pembangunan flyover diperkirakan akan menambah Dana Bagi Hasil (DBH) sekitar Rp270 juta. Selain itu, efek ekonomi lainnya diprediksi akan meluas, dengan peredaran uang dalam perekonomian lokal diperkirakan mencapai Rp2 triliun.
Hengky juga menambahkan bahwa proyek infrastruktur ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi batubara yang selama ini terhambat distribusinya, dengan estimasi tambahan 34 juta ton batubara per tahun yang sebelumnya sulit didistribusikan.
“Tentu akan ada alternatif jalan untuk kendaraan umum, dan kami akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Muara Enim, agar mereka memahami bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Muara Enim,” ungkap Hengky.[AYK]

