RELUNG.ID – Tren pembiayaan daerah di Provinsi Sumatra Selatan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, seiring dengan peningkatan signifikan pada kredit modal kerja. Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, kredit modal kerja pada triwulan I/2025 tumbuh 8,88% (YoY), naik tajam dari 1,05% (YoY) pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kredit rumah tangga dan kredit investasi, yang masing-masing tumbuh 13,48% dan 7,29%,” jelas Bambang, berdasarkan laporan perekonomian Sumsel.
Peningkatan kredit ini mengindikasikan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi di Sumsel. Permintaan domestik yang membaik, stabilitas harga komoditas utama, dan kepercayaan terhadap kondisi makroekonomi menjadi pendorong utama.
“Pelaku usaha kembali mengandalkan pembiayaan perbankan, khususnya untuk ekspansi usaha dan tambahan modal kerja,” tambahnya.
Di sisi perbankan, akselerasi digitalisasi menjadi salah satu faktor kunci. Digitalisasi membantu memperluas akses layanan perbankan, menjangkau debitur baru, dan meningkatkan efisiensi layanan, meskipun pendekatan tatap muka konvensional tetap dipertahankan.
“Digitalisasi perbankan menjadi andalan utama, memungkinkan perluasan layanan dan kemudahan akses,” ungkap Bambang.
Detail Pembiayaan di Sumsel
Pembiayaan daerah Sumsel pada triwulan I/2025 mencatatkan pertumbuhan di berbagai sektor:
- Sektor Korporasi:
- Tumbuh 7,72% (YoY) dari sebelumnya 4,79% (YoY).
- Nilai outstanding mencapai Rp70,8 triliun.
- Sektor Rumah Tangga:
- Tumbuh 13,48% (YoY) dengan nilai realisasi mencapai Rp56,36 triliun.
- Sektor UMKM:
- Tumbuh 4,02% (YoY) dengan nilai outstanding sebesar Rp40,70 triliun.

