Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Lifestyle»Pembunuhan Wartawan Senior di Filipina Picu Aksi Unjuk Rasa
Lifestyle

Pembunuhan Wartawan Senior di Filipina Picu Aksi Unjuk Rasa

alwiBy alwi05/10/2022
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Aksi protes dan kecamatan dari berbagai kelompok media, aktivis, politisi, oposisi hingga kedutaan asing terjadi di Pinggiran Ibukota Manila, Senin malam (3/10). Aksi ini menyusul adanya pembunuhan wartawan senior Filipina Percival Mabasa atau yang lebih dikenal dengan Percy Lapid.

Lapid meninggal usai dibunuh oleh dua pria bersenjata yang mengendarai sepeda motor di gerbang kompleks dekat rumahnya di Las Pinas, Manila, ketika sedang mengemudi menuju kantornya di stasiun radio DWBL.

“Insiden itu terjadi di Metro Manila yang menunjukkan betapa kurang ajarnya para pelaku, dan bagaimana pihak berwenang telah gagal melindungi wartawan serta warga biasa dari bahaya,” kata Persatuan Jurnalis Nasional Filipina, seperti dimuat Asia One.

Pembunuhan Lapid dinilai menjadi pukulan mendalam bagi kebebasan pers di Filipina, yang pada akhirnya memicu aksi protes. Para pengunjuk rasa berkumpul di Manila pada Selasa (4/10) untuk menyampaikan kemarahan dan menyerukan keadilan atas kematian Lapid.

Dalam akun YouTubenya yang memiliki 216 ribu subscriber, Lapid dikenal aktif mengkritik pemerintah, seperti mantan Presiden Rodrigo Duterte dan beberapa kebijakannya serta pejabat dalam pemerintahan Ferdinand Marcos Jr yang sedang berkuasa.

Selain itu, dia juga aktif dalam mengangkat isu operasi perjudian online serta informasi yang salah dari kebijakan darurat militer.

Menurut Wakil Sekretaris Eksekutif senior Hubert Guevaraa, Kantor Presiden Ferdinand Marcos Jnr menyatakan keprihatinannya atas insiden pembunuhan tersebut, dan telah meminta para pejabat untuk memantau perkembangan pelaksanaan penyelidikan.

Polisi juga telah berjanji untuk membawa para pelaku ke pengadilan. Dalam pernyataannya polisi menambahkan bahwa satuan tugas khusus akan dibentuk untuk menyelidiki kasus pembunuhan ini.

“Kami tidak mengabaikan kemungkinan penembakan itu terkait dengan pekerjaan korban di media,” kata kepala polisi Jaime Santos.

Sementara itu, Kedutaan Belanda, Kanada, dan Inggris yang berada di Filipina, semuanya telah mengutuk pembunuhan itu. Mereka mendesak penyelidikan yang cepat dan menyeluruh dari otoritas Filipina.

Bulan lalu, terjadi penusukan fatal terhadap jurnalis radio, Rey Blanco di Filipina tengah. Filipina disebut memiliki salah satu lingkungan media yang paling liberal di Asia, namun masih menjadi salah satu tempat paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis, terutama di daerah pedesaan.

Menurut Reporters Without Borders, setidaknya 187 wartawan telah tewas di negara itu sejak 1987, termasuk 32 orang dalam satu insiden besar pada 2009, di mana serangan terjadi terhadap politisi oposisi pedesaan, pendukungnya serta wartawan yang meliputnya.

Sementara Committee to Protect Journalists, yang berbasis di New York, pada tahun 2021 telah menempatkan Filipina pada peringkat ke-13 dalam indeks impunitas globalnya, tingkatan ini merujuk pada 13 kasus pembunuhan terhadap jurnalis Filipina yang masih belum terpecahkan hingga saat ini.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleBandar Narkoba di Muratara Diringkus, Simpan Sabu di Lemari Pakaian
Next Article 50 Orang Tewas usai Dihantam Serangan Udara
alwi

Related Posts

Lifestyle

Namanya Diseret Dalam Investasi Bodong, Jennifer Coppen Tegaskan Hanya Sebatas BA

10/10/20267 Views
Lifestyle

Nama Jennifer Coppen Terseret Dalam Investasi Emas Rp25 Miliar Diduga Bodong

10/10/20265 Views
Lifestyle

Ji Chang Wook Ungkap Tantangan Perankan Playboy di Drama Korea Terbaru The Scandal

09/10/20264 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,898 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,771 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,744 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?