RELUNG.ID — Pemerintah berhasil mengumpulkan penerimaan pajak sebesar Rp24,99 triliun dari sektor usaha ekonomi digital hingga Mei 2024.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Dwi Astuti.
Mayoritas penerimaan ini berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) yang mencapai Rp20,15 triliun.
“Jumlah tersebut berasal dari Rp731,4 miliar setoran tahun 2020, Rp3,90 triliun setoran tahun 2021, Rp5,51 triliun setoran tahun 2022, Rp6,76 triliun setoran tahun 2023, dan Rp3,25 triliun setoran tahun 2024,” jelas Dwi pada Sabtu (22/6).
Selain itu, penerimaan pajak juga berasal dari pajak kripto sebesar Rp746,16 miliar, pajak fintech sebesar Rp2,11 triliun, dan pajak transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (SIPP) sebesar Rp1,99 triliun yang dikumpulkan selama tiga tahun terakhir.
Saat ini, pemerintah masih menunjuk 172 pelaku usaha PMSE sebagai pemungut PPN, jumlah yang tidak berubah dari bulan sebelumnya.
Dwi menegaskan bahwa pemerintah akan terus membidik pelaku usaha PMSE lainnya untuk menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha bagi pelaku usaha baik konvensional maupun digital.
“Dalam rangka menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi pelaku usaha baik konvensional maupun digital, pemerintah masih akan terus menunjuk para pelaku usaha PMSE yang melakukan penjualan produk maupun pemberian layanan digital dari luar negeri kepada konsumen di Indonesia,” ujar Dwi.
Selain itu, Dwi menambahkan bahwa pemerintah akan menggali potensi penerimaan pajak dari usaha ekonomi digital lainnya seperti pajak kripto atas transaksi perdagangan aset kripto, pajak fintech atas bunga pinjaman yang dibayarkan oleh penerima pinjaman, dan pajak SIPP atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah.
Dengan upaya ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan penerimaan pajak dari sektor ekonomi digital yang terus berkembang pesat di Indonesia. [TRA]

