RELUNG.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menetapkan 18 proyek strategis daerah pada tahun 2026. Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga program jaminan sosial dan ketahanan pangan, dengan total pagu anggaran mencapai Rp387 miliar.
Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Muara Enim, Drs Emran Tabrani, MSi, mengatakan penetapan proyek strategis ini ditujukan untuk mendorong percepatan pembangunan sekaligus memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat.
“Sebanyak 18 proyek strategis daerah tahun 2026 telah ditetapkan dan tersebar di sembilan OPD dengan total pagu anggaran sekitar Rp387 miliar,” ujar Emran, Minggu (18/1/2026).
Emran menjelaskan, sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melaksanakan proyek strategis tersebut meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP), Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM).
Di sektor infrastruktur, Dinas PUPR mengelola tiga proyek strategis berupa pembangunan jembatan dan peningkatan jalan. Proyek tersebut yakni pembangunan Jembatan Rangka Baja Sungai Lematang di Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku dengan anggaran Rp55 miliar, pembangunan Jembatan Rangka Baja Desa Danau Baru–Danau Tampang, Kecamatan Sungai Rotan senilai Rp13 miliar, serta pembangunan ruas Jalan Cahaya Alam–Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu sebesar Rp10 miliar.
Sementara itu, BKPSDM melaksanakan proyek pembangunan Gedung Serbaguna Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Muara Enim dengan skema tahun jamak (multi years) senilai Rp33,99 miliar.
Disperkimtan menggarap proyek rehabilitasi rumah tidak layak huni dengan pagu anggaran Rp16,87 miliar sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hunian masyarakat.
Pada sektor kesehatan, Pemkab Muara Enim mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan Gedung RSUD Dr HM Rabain senilai Rp109,9 miliar. Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengelola pembayaran iuran Jaminan Kesehatan atau premi BPJS Kesehatan dengan anggaran Rp75,18 miliar.
Sektor pendidikan turut menjadi perhatian melalui program pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan pengadaan LKS siswa SD sebesar Rp4,66 miliar, sepatu siswa SD Rp14,38 miliar, LKS siswa SMP Rp2,8 miliar, serta sepatu siswa SMP Rp5,1 miliar.
Di bidang perlindungan sosial, Dinas Sosial menjalankan program bantuan sosial dan jaminan kematian. Program tersebut meliputi bansos dan BLT PKH Membara senilai Rp4,8 miliar serta Asuransi Kematian Jaminan Kesejahteraan Sosial dengan anggaran Rp6,69 miliar.
Adapun sektor pertanian mendapat alokasi melalui Dinas TPHP dengan tiga proyek strategis, yakni pembangunan jalan usaha tani Rp7,8 miliar, budidaya ternak ayam, kambing, dan sapi Rp7,29 miliar, serta pengembangan prasarana pertanian sebesar Rp4,2 miliar.
Program ketahanan pangan dan stabilisasi harga juga masuk dalam proyek strategis. Dinas Ketahanan Pangan Muara Enim mengalokasikan anggaran Rp9,18 miliar untuk program Sembako Murah Membara, sementara Disperindag ESDM Muara Enim menyiapkan anggaran Rp6,5 miliar untuk program sembako murah. (NVS)

