RELUNG.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau berencana mengusulkan pembangunan rumah susun milik (rusunami) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kepada Kementerian Perumahan.
Kepala Dinas Perkim Lubuklinggau, Febrio Fadilah, mengatakan rusunami tersebut rencananya berlokasi di daerah Simpang Periuk dengan desain dua lantai dan kapasitas 30 kamar. Pemkot telah menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk proyek ini.
“Ke depan, kami melalui arahan Pak Wali Kota terpilih sedang mengusulkan rusun untuk masyarakat MBR. Rencananya lokasinya di Simpang Periuk dari Kementerian Perumahan,” ujar Febrio Fadilah, yang akrab disapa Rio, pada Sabtu (15/2).
Menurut Rio, rusun ini diprioritaskan bagi warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS), kawasan kumuh, serta bantaran rel kereta api yang tidak layak huni.
“Lahan sudah ada milik Pemerintah Kota Lubuklinggau seluas satu hektare. Untuk membangun rusun tidak memerlukan lahan yang luas karena konstruksinya vertikal. Yang penting ada bangunan dan ruang publik seperti area sedekah, mushola, serta parkiran,” jelasnya.
Sementara itu, terkait rumah susun sewa (rusunawa) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Rio mengungkapkan bahwa Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) telah dibentuk melalui koordinasi dengan Bagian Organisasi, Bagian Hukum, dan pemerintah provinsi. Saat ini, pihaknya menunggu penunjukan pejabat UPTD.
“Per Januari kemarin saya sudah menunjuk Pelaksana Harian (Plh) untuk rusunawa. Setelah penunjukan ini, kami upayakan agar hunian di rusunawa dapat segera terisi,” ungkapnya.
Hingga kini, dua unit hunian di rusunawa ASN telah terisi. Rio juga mengajak para ASN yang saat ini menyewa atau mengontrak rumah di Lubuklinggau untuk memanfaatkan fasilitas rusunawa tersebut.
“Fasilitasnya lengkap. Ini adalah rusunawa tematik khusus ASN, jadi memang diperuntukkan bagi ASN. Kalau dibuka untuk umum, pasti ramai. Tapi karena konsepnya eksklusif untuk ASN, maka jumlah penghuninya terbatas,” pungkasnya.[ASR]

