RELUNG.ID- Usai mengikuti retret kepala daerah di Magelang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, didampingi Wakil Wali Kota Prima Salam, langsung melakukan silaturahmi dengan Ketua DPRD Kota Palembang pada hari pertama kerjanya.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Palembang ini membahas beberapa isu krusial yang tengah menjadi perhatian masyarakat, terutama masalah kemacetan dan pengelolaan sampah.
Dalam diskusi tersebut, Ratu Dewa menegaskan bahwa masalah kemacetan di Palembang memerlukan solusi yang lebih komprehensif. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah semata, melainkan harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari pakar transportasi, akademisi, hingga pihak kepolisian.
“Persoalan kemacetan ini tidak bisa hanya diselesaikan pemerintah sendiri. Harus ada kajian mendalam yang melibatkan berbagai pihak agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif,” ujar Ratu Dewa.
Ia mengungkapkan rencana Pemkot Palembang untuk mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai elemen terkait. Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan strategi yang lebih baik dalam mengatasi kemacetan, termasuk pengoptimalan angkutan umum, penerapan sistem lalu lintas berbasis teknologi, hingga kebijakan pembatasan kendaraan di titik-titik tertentu yang sering mengalami kemacetan parah.
Selain masalah kemacetan, Ratu Dewa juga menyoroti masalah sampah yang seringkali menjadi kendala bagi pemerintah kota. Ia mengakui bahwa pengelolaan sampah yang tidak efektif dapat merugikan citra pemerintah dan menciptakan ketidaknyamanan bagi warga.
“Sampah ini persoalan serius yang harus kita atasi bersama. Kami sudah berkomunikasi dengan kementerian terkait untuk menerapkan program nasional berupa insinerator. Dalam waktu dekat, insinerator ini akan segera kami operasikan sebagai solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif,” jelasnya.
Pemkot Palembang juga berencana memperbanyak tempat pembuangan sampah (TPS) dan meningkatkan kecepatan pengangkutan sampah dari berbagai titik di kota. Ratu Dewa mengungkapkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada tiga faktor utama, yaitu sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta ketersediaan anggaran.
“Kami butuh dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, DPRD, maupun masyarakat. Tanpa kerja sama yang baik, permasalahan sampah ini tidak akan selesai dengan optimal,” tambahnya.
Ketua DPRD Palembang, Ali Subri, memberikan apresiasi terhadap langkah Wali Kota yang langsung berkoordinasi dengan mereka. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan eksekutif untuk mendukung kebijakan yang diambil Pemkot dalam menangani masalah kota.
“Kami mengapresiasi inisiatif Wali Kota yang langsung berkoordinasi dengan kami. Ini menunjukkan komitmen beliau dalam menyelesaikan masalah kota. Kami siap mendukung dengan kebijakan dan anggaran yang diperlukan,” ujar Ali Subri.[YKP]

