RELUNG.ID – Upaya menghapus kawasan kumuh di Kota Palembang memasuki babak baru. Mulai 2026, pemerintah pusat dan Pemkot Palembang akan memusatkan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di enam kecamatan yang disebut memiliki tingkat kerentanan tertinggi terhadap hunian tidak layak.
Langkah ini menyusul keputusan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang mengalokasikan 1.000 unit Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) khusus bagi warga Palembang tahun depan. Program tersebut diumumkan usai pertemuan antara Menteri PKP Maruarar Sirait, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Maruarar menyebut intervensi ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kelas menengah bawah yang selama ini kesulitan memperbaiki kondisi rumah mereka.
“Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi menyangkut keselamatan dan martabat warga. Negara hadir untuk memastikan mereka tinggal di rumah yang layak,” ujar Maruarar.
Sementara itu, Pemkot Palembang telah menetapkan enam kecamatan yang masuk kategori “zona merah RTLH”. Keenam wilayah itu yakni Gandus, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Bukit Kecil, Ilir Barat I, dan Ilir Barat II.
Wali Kota Ratu Dewa menjelaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada data terbaru tingkat kelayakan hunian serta pemetaan kondisi sosial ekonomi warga.
“Enam kecamatan ini menjadi prioritas karena jumlah RTLH-nya paling tinggi. Dengan bantuan ini, kami berharap kualitas hidup masyarakat meningkat secara signifikan,” kata Ratu Dewa.
Ia menambahkan, Menteri PKP dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke titik-titik lokasi program dalam waktu dekat. Peninjauan tersebut disebut penting untuk memastikan efektivitas penyaluran bantuan dan memantau kesiapan pelaksanaan rehabilitasi.
Ratu Dewa tak lupa menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat, mengingat permasalahan RTLH di Palembang masih cukup besar dan membutuhkan penguatan anggaran.
“Program ini sangat berarti untuk masyarakat. Setiap rumah yang diperbaiki adalah satu keluarga yang mendapatkan kehidupan lebih layak,” ujarnya.[THQ]

