RELUNG.ID- Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh penanganan korban musibah ambruknya musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo dilakukan secara terintegrasi.
Hal ini ditegaskan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menjenguk para santri korban selamat di RSUD R.T. Notopuro dan RS Islam Siti Hajar, Kamis (2/10).
Dalam kunjungannya, Khofifah didampingi Menko PMK RI Pratikno, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta jajaran Pemprov Jatim. Sejak awal kejadian, Pemprov Jatim melakukan pemantauan intensif 24 jam terhadap proses evakuasi dan perawatan korban di tiga rumah sakit rujukan, yakni RSUD Notopuro, RS Islam Siti Hajar, dan RS Delta Surya.
“InsyaAllah semuanya terintegrasi. Jika nanti terjadi overload pasien, maka akan disiapkan juga di RS Bhayangkara Surabaya,” ujar Khofifah, Jumat (3/10/2025).
Di RSUD R.T. Notopuro, Khofifah menyapa empat santri selamat: Haikal, Wahyu, Rosi, dan Al Fatih. Ia mendengarkan kisah langsung dari mereka, termasuk pengalaman Al Fatih yang sempat mengira dirinya tertidur selama tiga hari sebelum sadar dievakuasi dari reruntuhan.
Ada pula kisah Haikal yang tetap melaksanakan salat di tengah kondisi sulit.
“Suasana hati mereka luar biasa kuat. Semoga semuanya segera pulih,” kata Khofifah.
Usai dari RSUD Notopuro, Khofifah melanjutkan kunjungan ke RS Islam Siti Hajar. Selain menjenguk korban, ia juga meninjau Pos Post Mortem yang dilengkapi tim DVI, Inafis, dokter forensik, serta dua unit mobil cold storage dari Dinas Kesehatan Jatim.
Di RS Islam Siti Hajar, tiga santri selamat tengah menjalani perawatan. Dua di antaranya, M. Roihan Shaka Nabil dan M. Alvin, sudah diperbolehkan pulang, sementara satu santri lainnya masih menjalani pemulihan pascaoperasi.
“Alhamdulillah dua santri sudah bisa kembali pulang. InsyaAllah tetap semangat ya, Nak,” pesan Khofifah kepada para pasien.[YKP]

