RELUNG.ID- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus mematangkan persiapan guna menyambut peluncuran nasional program 8.000 Koperasi Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juli 2025 mendatang.
Acara ini akan dipusatkan di Klaten, Jawa Tengah dan dijadwalkan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Persiapan pelaksanaan program tersebut di wilayah Sumsel dibahas dalam rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel, Edward Candra, di Ruang Rapat Bina Praja Setda Sumsel, Rabu (16/7/2025).
Rapat ini turut melibatkan perwakilan dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel.
“Seluruh provinsi akan terhubung secara daring dalam peluncuran ini. Untuk Sumsel, terdapat empat lokasi mockup koperasi yang telah ditunjuk, yaitu dua di Kabupaten Musi Rawas, satu di Kota Palembang dan satu lagi di Kabupaten OKI,” ungkap Sekda Edward Candra.
Edward menambahkan, Gubernur Sumsel Herman Deru dijadwalkan akan hadir langsung dalam kegiatan peresmian mockup koperasi di Kabupaten Musi Rawas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program pemberdayaan ekonomi kerakyatan tersebut.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting. Kami harapkan semua pihak yang terlibat benar-benar mempersiapkan diri agar pelaksanaan di Sumsel berjalan lancar, tanpa kendala teknis,” kata Edward.
Pemprov Sumsel juga memastikan dukungan penuh untuk menyukseskan kegiatan ini, mulai dari fasilitas teknis, sumber daya, hingga pendampingan kelembagaan koperasi yang akan diluncurkan.
“Kita siap menyukseskan dan memberikan dukungan optimal, khususnya bagi Kabupaten Musi Rawas yang menjadi lokasi utama kegiatan. Ini adalah upaya kita bersama untuk memperkuat koperasi sebagai tulang punggung perekonomian rakyat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel, Amiruddin melaporkan, saat ini di wilayah Sumsel sudah terbentuk 3.258 Koperasi Merah Putih.
Seluruh koperasi tersebut, menurut Amiruddin, telah siap secara teknis dan kelembagaan.
“Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, serta perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program ini. Kami optimistis peluncuran nasional ini akan memperkuat eksistensi koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan,” tutup Amiruddin.[DSK]

