Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Regional»Pemprov Sumsel Uji Coba Kurikulum Pangan Lokal untuk Hadapi Perubahan Iklim
Regional

Pemprov Sumsel Uji Coba Kurikulum Pangan Lokal untuk Hadapi Perubahan Iklim

Eko Prasetyo JayawisudaBy Eko Prasetyo Jayawisuda22/01/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kadisdik Sumsel bersama ICRAF Indonesia melakukan peluncuran kurikulum Mulok Pangan Lokal untuk 34 sekolah di Sumsel. Foto : Istimewa
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memulai langkah strategis dengan mengujicobakan kurikulum Muatan Lokal (Mulok) Pangan Lokal di 34 sekolah, terdiri dari 17 SMA dan 17 SMK. Program ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Peluncuran uji coba ini ditandai dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan pengukuhan guru pelopor di Palembang. Acara tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Awalluddin, yang menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dan kepala sekolah dalam menerapkan kurikulum baru.

“Kurikulum ini mengajarkan siswa tentang potensi pangan lokal yang melimpah di Sumsel. Dengan edukasi ini, generasi muda diharapkan mampu memahami dan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim,” ujar Awalluddin, Rabu (22/1/2025).

Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim di Sumsel, seperti bencana hidrometeorologi dan kebakaran hutan. Edukasi tentang pangan lokal dianggap sebagai langkah kunci untuk memastikan ketahanan pangan masyarakat.

“Kami ingin siswa memahami bahwa pangan lokal tidak hanya terbatas pada beras atau nasi. Ada banyak bahan pangan lain yang bisa menjadi solusi menghadapi krisis,” kata Andre Ekadinata, Direktur Utama ICRAF Indonesia.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Pendidikan Sumsel dan ICRAF Indonesia melalui proyek Land4Lives, yang didukung oleh pemerintah Kanada. Proyek ini bertujuan membantu masyarakat beradaptasi terhadap perubahan iklim melalui peningkatan pemanfaatan pangan lokal.

Meski menjanjikan, implementasi kurikulum ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala utama adalah penyamaan pemahaman guru tentang konsep pangan lokal dan metode pengajarannya.

“Kami memastikan guru memiliki pemahaman yang seragam agar siswa benar-benar memahami potensi pangan lokal di sekitar mereka. Ini adalah pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi,” jelas Andre.

Sebelumnya, tim pengembang kurikulum telah menyusun bahan ajar dan modul yang dirancang khusus untuk daerah Sumsel. Selama uji coba pada semester genap ini, dari Februari hingga Mei 2025, tim akan memantau dan mengevaluasi efektivitas pelaksanaannya sebelum diterapkan lebih luas.

Implementasi kurikulum Mulok Pangan Lokal diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis bagi siswa dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber pangan di sekitar mereka.

“Kami ingin generasi mendatang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim. Kurikulum ini menjadi salah satu langkah penting untuk mewujudkan ketahanan jangka panjang,” tambah Awalluddin.[AYK]

 

Kurikulum Mulok perubahan iklim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSolo Leveling Bakal Diadaptasi Jadi Live Action
Next Article Larangan TikTok di Amerika Serikat Ditunda Selama 75 Hari
Eko Prasetyo Jayawisuda

Related Posts

Regional

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/20267 Views
Regional

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/20265 Views
Regional

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,915 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,787 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,761 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?