RELUNG.ID – Dua organisasi pemuda dari ormas Islam terbesar di Indonesia, Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor, menyatukan langkah untuk meredam konflik antarormas.
Selain itu, kedua organisasi ini menyatakan dukungan penuh terhadap visi dan misi Muara Enim MEMBARA yang diusung Bupati Edison dan Wakil Bupati Sumarni.
Langkah konsolidasi ini dilakukan melalui forum konsiliasi yang digelar pada Jumat (10/5) malam di Cafe David, Kelurahan Tungkal, Kecamatan Muara Enim. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan strategis untuk membentuk Forum Komunikasi Lintas Ormas Pemuda Islam Kabupaten Muara Enim sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi antarormas.
“Kami sepakat membentuk forum komunikasi ini untuk meredam potensi konflik antarormas. Forum ini akan dikoordinatori langsung oleh sekretaris Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor Muara Enim,” tegas Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Endang Saputra, didampingi Sekretaris Beni Irwansyah, Sabtu (11/5).
Endang menegaskan, Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas serta mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pemberdayaan pemuda.
“Kami berkomitmen mendukung penuh visi Muara Enim MEMBARA agar pembangunan berjalan optimal. Pemuda harus jadi pelopor, bukan pemecah belah,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, kedua organisasi pemuda ini berencana menggelar agenda besar yang melibatkan organisasi kepemudaan di bawah naungan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Kegiatan tersebut akan bersinergi dengan Pemkab Muara Enim dan seluruh pemangku kepentingan daerah.
“Kami akan libatkan Pemuda Muhammadiyah, IMM, IPM, Tapak Suci, HW, serta Ansor, Fatayat, ISNU, PMII dan banom NU lainnya. Ini akan jadi momen kolaborasi besar,” ungkap Endang.
Senada, Ketua PC GP Ansor Muara Enim, Frans Irawan, menyatakan komitmennya untuk terus bergandengan tangan dengan Pemuda Muhammadiyah demi mendukung pembangunan dan memperkuat fungsi kontrol sosial.
“Ansor dan Pemuda Muhammadiyah akan terus bersatu, jadi mitra kritis pemerintah dan pelopor sosial dalam mewujudkan Muara Enim MEMBARA,” ujarnya.
Frans juga mengisyaratkan akan ada kejutan dari kolaborasi dua OKP besar ini. “Kita sedang matangkan agenda besar yang akan libatkan semua OKP Islam dan luar Islam. Tunggu saja,” katanya.
Keduanya juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim atas ketegasan menyetop angkutan batubara di sejumlah titik jalan kota. Namun, mereka menekankan pentingnya solusi konkret agar investasi tetap terjaga tanpa mengorbankan hak dan kenyamanan warga. (NVS)

