Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan negara yang berasal dari wilayah Papua mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Tercatat, peningkatan mencapai 34,33 persen atau sekitar Rp2.826,95 miliar.
Hal ini merupakan pencapaian yang menggembirakan di tengah situasi perekonomian yang masih belum kembali normal.
Demikian diungkapkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dikutip dari keterangan resminya, beberapa waktu lalu.
Dia juga apresiasi atas sinergi dan kerjasama yang semakin solid antar unit di Kementerian Keuangan. Menurutnya, hal itu sangat penting agar seluruh jajaran di lingkungan Kementerian Keuangan dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman mengenai keuangan negara, serta menunjukkan kepedulian dan terus mendukung pemerataan pembangunan Indonesia melalui pemanfaatan APBN yang dikelola secara optimal.
“Jadi kalau semakin kita bekerja bersama dan bersinergi, Saya yakin dampak dan akselerasi nya akan makin tinggi,” terangnya.
Menkeu menyebut untuk selalu melakukan evaluasi mulai dari kinerja organisasi, tata kelola, leadership, hingga pada kualitas sumber daya manusianya untuk terus dapat memberikan yang terbaik kepada stakeholder dan masyarakat dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi. Terutama berdasarkan statistik saat ini mayoritas pegawai dari Kementerian Keuangan merupakan generasi milenial hingga generasi Y-Z yang diharapkan dapat menjadi generasi yang lebih baik.
“Coba kita bersama-sama karena ini adalah instansi kita sendiri, ini organisasi kita sendiri, ini SDM kita sendiri dan kita ingin terus maju mencapai perbaikan setiap saat. Kuncinya komunikasi,” terangnya.
Selain itu, Menteri keuangan juga menyampaikan kepada seluruh pimpinan dan jajaran agar memiliki semangat, leadership, dan kepedulian terhadap organisasi untuk terus memperbaiki fiskal dan keuangan negara, serta siap menghadapi berbagai tantangan yang luar biasa ke depan.
Dia menambahkan, selain meningkatnya pendapatan negara dari Papua, saat ini, transfer daerah ke Papua juga mengalami peningkatan sebesar 5,63 persen atau sekitar Rp1.928,08 miliar.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh jajaran Kemenkeu di daerah khususnya di wilayah Papua dan Maluku,” pungkasnya.

