RELUNG.ID – Pesawat Jeju Air bernomor penerbangan 7C101 dari Gimpo ke Jeju mengalami gangguan teknis pada roda pendaratan hanya sehari setelah insiden fatal yang melibatkan pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Korea Selatan.
Pesawat, yang lepas landas dari Bandara Gimpo, Seoul, pada pukul 06.36 waktu setempat, mendeteksi adanya masalah pada roda pendaratan setelah mengudara. Insiden ini memaksa pilot untuk kembali ke Bandara Gimpo demi alasan keselamatan.
“Ketika roda pendaratan dipastikan berfungsi normal setelah tindakan tambahan, kapten memutuskan untuk kembali ke bandara untuk pemeriksaan keselamatan,” ujar Song Kyung-hoon, Kepala Kantor Pendukung Manajemen Jeju Air.
Pesawat, yang membawa 161 penumpang, berhasil mendarat dengan selamat tanpa ada korban jiwa. Para penumpang kemudian dipindahkan ke pesawat pengganti jenis Boeing B737-800 yang sama, dan penerbangan dilanjutkan pada pukul 08.30 waktu setempat. Namun, 21 penumpang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan karena kekhawatiran terkait aspek keselamatan.
Insiden ini terjadi sehari setelah kecelakaan fatal yang menimpa pesawat Jeju Air di Bandara Muan, Jeollanam. Dalam kecelakaan tersebut, pesawat mengalami kegagalan pada tiga roda pendaratan, sehingga mendarat dengan perutnya dan menabrak dinding, menyebabkan ledakan besar. Insiden itu menewaskan 179 orang.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden di Gimpo, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keselamatan operasional Jeju Air. Investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terjadi di masa mendatang.
Otoritas penerbangan Korea Selatan saat ini tengah meningkatkan pengawasan terhadap Jeju Air, termasuk inspeksi ketat terhadap armada mereka.[TRA]

