RELUNG.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penerimaan pajak hingga Agustus 2025 mencapai Rp 1.135,4 triliun. Angka tersebut baru 54,7 persen dari target Rp 2.189,3 triliun pada tahun ini.
Capaian itu lebih rendah 5,1 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.196,5 triliun. Namun, Purbaya belum menjelaskan secara detail faktor penyebab penurunan penerimaan tersebut.
Sumber penerimaan negara lainnya, yakni Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), juga mengalami penurunan signifikan. Hingga akhir Agustus, realisasinya tercatat Rp 306,8 triliun atau 54,3 persen dari outlook, merosot 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya, penerimaan dari kepabeanan dan cukai menunjukkan tren positif. Realisasinya mencapai Rp 194,9 triliun, tumbuh 6,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan capaian 62,8 persen dari target tahunan.
Secara keseluruhan, pendapatan negara hingga Agustus 2025 berjumlah Rp 1.638,7 triliun. Angka ini turun 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau setara 57,2 persen dari outlook APBN 2025.
“Pendapatan negara hingga Agustus 2025 Rp 1.638,7 triliun atau 57,2 persen dari outlook,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (22/9).
Sementara itu, realisasi belanja negara sudah mencapai Rp 1.960 triliun, atau 55,6 persen dari pagu anggaran 2025. Kondisi ini membuat APBN per akhir Agustus mengalami defisit Rp 321,6 triliun, setara 1,35 persen dari PDB nasional.
Meski demikian, keseimbangan primer masih mencatatkan surplus sebesar Rp 22 triliun, yang menunjukkan beban bunga utang masih dapat ditopang oleh penerimaan negara.[THQ]

