RELUNG.ID – Angka pengangguran di Jerman kembali meningkat tajam dan untuk pertama kalinya sejak 2015 menembus angka tiga juta orang.
Berdasarkan laporan ketenagakerjaan yang dirilis Jumat (29/8/2025), jumlah pengangguran bertambah 46.000 orang dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga totalnya kini mencapai 3,02 juta orang, atau sekitar 6,4 persen dari populasi.
Kepala Badan Ketenagakerjaan Federal, Andrea Nahles, mengatakan kondisi ini tidak terlepas dari lemahnya performa ekonomi Jerman dalam beberapa tahun terakhir.
“Pasar tenaga kerja masih diwarnai oleh stagnasi ekonomi beberapa tahun terakhir. Namun, ada juga tanda-tanda awal stabilisasi,” ujarnya, dikutip dari MSN, Sabtu (30/8/2025).
Sebagai ekonomi terbesar Uni Eropa, Jerman telah menghadapi tekanan berat sejak beberapa tahun terakhir. Pada 2023, ekonominya mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen, disusul penurunan 0,2 persen pada 2024.
Tahun ini, setelah sempat tumbuh 0,3 persen di kuartal pertama, ekonomi kembali menyusut 0,3 persen pada kuartal kedua akibat ketidakpastian tarif baru dari Amerika Serikat.
Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memperingatkan bahwa Jerman berpotensi mengalami tiga tahun berturut-turut tanpa pertumbuhan ekonomi, sebuah situasi yang belum pernah dialami negara itu dalam dekade terakhir.
Krisis energi turut memperburuk keadaan. Keputusan pemerintah Jerman untuk menghentikan impor energi murah dari Rusia yang sebelumnya menyuplai 55 persen kebutuhan gas negara itu membuat biaya energi melonjak.
Pasokan gas pipa Rusia berhenti total setelah sabotase pipa Nord Stream pada 2022, memaksa Jerman beralih ke impor gas alam cair (LNG) yang lebih mahal dari Amerika Serikat dan Qatar.
Sektor industri, yang menjadi tulang punggung ekonomi Jerman, ikut terpukul. Data terbaru menunjukkan sektor otomotif kehilangan lebih dari 51.000 pekerjaan hanya dalam setahun terakhir, semakin menambah tekanan pada pasar tenaga kerja.
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, pekan lalu mengakui bahwa negaranya tengah menghadapi “krisis struktural”, bukan sekadar pelemahan ekonomi jangka pendek.
Dengan kondisi pengangguran yang terus naik, beban ekonomi Jerman diperkirakan masih akan berlanjut setidaknya hingga akhir tahun, sembari menunggu langkah kebijakan baru dari pemerintah untuk menghidupkan kembali daya saing industri dan menstabilkan pasar tenaga kerja.
“Industri-industri utama seperti segmen otomotif juga tidak lagi benar-benar kompetitif,” pungkasnya. (LWM)

