Sebuah bom mobil yang diduga sengaja diledakkan di dekat daerah pemukiman di Islamabad, Jumat (23/12) menewaskan dua tersangka dan seorang perwira polisi. Tak hanya itu, peristiwa tersebut juga melukai tiga petugas polisi dan tujuh pejalan kaki.
Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu.
Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ledakan itu terjadi ketika petugas polisi melihat mobil tersebut dan memerintahkan pengemudi untuk berhenti untuk pemeriksaan rutin. Alih-alih berhenti, pengemudinya malah meledakkan bahan peledak yang tersembunyi di dalamnya.
“Seorang penumpang wanita di dalam mobil juga tewas,” kata Suhail Zafar Chattha, seorang perwira polisi senior di Islamabad dikutip dari APNews.
Perdana Menteri Pakistan Shahbaz Sharif mengutuk pemboman itu dan berterima kasih kepada polisi. “Petugas polisi menghentikan para teroris dengan mengorbankan darah mereka dan bangsa memberi hormat kepada para pemberani,” kata Sharif dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, Juru Bicara Taliban Pakistan atau TTP, Mohammad Khalid Khurasani, dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa salah satu militan kelompok itu melakukan serangan bunuh diri untuk membalas pembunuhan seorang pemimpin senior yaitu Abdul Wali atau yang dikenal sebagai Omar Khalid Khurasani pada Agustus di provinsi Paktika Afghanistan.
Kematiannya merupakan pukulan telak bagi TTP, yang menyalahkan agen intelijen Pakistan atas pembunuhan tersebut tanpa memberikan bukti atau penjelasan lebih lanjut.
Taliban Pakistan telah meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan sejak November, ketika mereka secara sepihak mengakhiri gencatan senjata selama sebulan dengan pemerintah negara itu.

