RELUNG.ID – Bandai Namco Holding dikabarkan membatalkan sejumlah proyek game yang ditugaskan oleh Nintendo. Hal ini berdampak pada karyawan di perusahaan tersebut.
Dari laporan Bloomberg, Bandai Namco terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 1.300 karyawannya akibat dibatalkannya proyek tersebut.
Game yang batal dikembangkan diantaranya yaitu Game Naruto dan One Piece.
Dikutip dari Bloomberg, perusahaan telah memindahkan sekitar 200 karyawan ke apa yang disebut oidashi beya, atau “ruang pengusiran”, untuk mendorong mereka mengundurkan diri secara sukarela, dengan sekitar 100 karyawan telah melakukannya.
Pekerja yang ditempatkan di oidashi beya ini tidak diberi tugas, tetapi kurangnya pekerjaan mereka dapat memengaruhi pesangon, sehingga karyawan secara implisit didorong untuk mengundurkan diri.
Metode untuk mendorong pengunduran diri secara sukarela seperti ini merupakan praktik tak terucapkan di beberapa perusahaan Jepang untuk menghindari undang-undang ketenagakerjaan negara tersebut.
“Mungkin perlu beberapa waktu sebelum penugasan baru setelah proyek dibatalkan,” kata Bandai Namco.
Mereka pun membantah adanya praktik Oidashi Beya di perusahaan. Karena mereka menyebutkan karyawan tersebut pada akhrinya akan ditugaskan kembali
Baru-baru ini, Bandai Namco Entertainment mengakhiri layanan untuk game smartphone Tales of the Rays pada tanggal 23 Juli, setelah tujuh tahun beroperasi.
Game ini adalah yang terakhir dari lima game smartphone Tales of the Rays milik Bandai Namco Entertainment. Game Blue Protocol dari Bandai Namco Online juga akan mengakhiri layanannya pada 18 Januari, dengan rencana perilisan game tersebut di wilayah Barat juga dibatalkan.
Game penembak ekstraksi mecha Synduality Echo of Ada dari Bandai Namco Entertainment akan diluncurkan pada 24 Januari, hampir tiga tahun sejak pertama kali diumumkan sebagai bagian dari waralaba media campuran yang lebih besar yang mencakup manga dan anime televisi Synduality: Anime televisi Noir. (AAL)

