RELUNG.ID – Dampak dari pemadaman listrik yang berlangsung selama dua hari di wilayah Kabupaten Ogan Ilir membuat para pengusaha ternak ayam menjerit. Ratusan ayam yang seharusnya bisa dipanen, mati mendadak akibat blackout tersebut.
Salah satu pengusaha yang terdampak adalah Hipni, pengusaha ternak ayam di Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir. Hipni mengaku mengalami kerugian besar karena ratusan ayamnya mati saat sedang dalam masa panen.
“Ayam yang mati ini sekitar 400 ekor, kalau ditonasekan sekitar 1 ton lebih. Karena berat ayam sekitar 2,5 kilogram hingga 2,6 kilogram,” kata Hipni, Jumat (7/6/2024).
Meski harus menanggung kerugian hingga puluhan juta Rupiah, Hipni yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir terpilih periode 2024-2029, tetap ikhlas menerima situasi tersebut.
“Namanya juga risiko punya kandang, ketika tegangan listrik tidak normal ya seperti inilah yang harus dihadapi, kematian ayam di kandang,” lanjutnya.
Hipni menjelaskan bahwa kematian ayam di kandangnya pertama kali diketahui oleh para pekerja kandangnya yang menemukan banyak ayam mati setelah pemadaman listrik berkepanjangan.
“Para anak kandang sempat dibuat stres juga, gara-gara listrik terlalu lama padamnya, dan itu berdampak pada ternak ayam kami,” ucapnya.
Hipni berharap PLN dapat segera mengatasi masalah pemadaman listrik yang sering terjadi di Kabupaten Ogan Ilir.
“Kalau matinya sebentar-sebentar ya tidak jadi masalah. Sebenarnya saya sangat memaklumi, karena personel di PLN itu sudah melakukan yang terbaik untuk melayani masyarakat,” paparnya. Namun, pemadaman yang berlangsung lama sangat berdampak negatif bagi usaha ternak ayam.
Saat ini, ayam-ayam di kandangnya sudah memasuki masa panen sejak umur 31 hari dan seharusnya dipanen setiap hari selama lebih kurang satu minggu sebelum dipasarkan ke perusahaan pengolahan daging ayam.
“Sehari itu, kandang kami melakukan panen sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor ayam. Jadi, belum sempat habis ayam kita dipanen, harus mengalami kematian gara-gara mati lampu,” jelasnya.
Hipni juga menegaskan akan mengambil langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
“Tentunya kita harus menyiasati hal-hal yang bisa saja kembali terjadi ke depannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Muslim, seorang pengusaha ternak ayam di Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, juga mengeluhkan dampak pemadaman listrik selama dua hari. Meskipun ayamnya tidak mengalami kematian, namun sejumlah peralatan di kandang ayamnya mengalami kerusakan.
“Alhamdulillah kebetulan baru sudah panen, tapi banyak peralatan yang rusak,” ucap Muslim. Beberapa peralatan yang rusak di antaranya adalah lima unit blower yang terbakar serta 12 unit NSB dan puluhan bola lampu listrik.
“Kemudian 12 unit NSB juga rusak. Serta puluhan bola lampu listrik juga rusak, tidak bisa terpakai lagi,” pungkasnya.
Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kestabilan suplai listrik bagi para pengusaha ternak ayam di Kabupaten Ogan Ilir untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.[RG]

