RELUNG.ID – Lesunya penjualan kendaraan bermotor melanda pasar otomotif di Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga akhir Mei 2025.
Hal ini dirasakan Cabang Tunas Auto Graha (TAG) Palembang dengan penurunan berkisar 8 hingga 10 persen.
Demikian diakui oleh Kepala Cabang TAG Palembang, Hadi Maryanto disela kegiatan pembagian sembako dalam program CSR TAG, Sabtu (28/6/2025).
Dia menyebut penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebijakan pajak pemerintah hingga selektifnya lembaga pembiayaan dalam menyetujui kredit kendaraan.
“Secara keseluruhan, market all brand di Sumsel turun 21 persen. Untuk Kota Palembang, bahkan penurunannya mencapai 35 persen. Sementara untuk penjualan Toyota sendiri, penurunannya berada di kisaran 8 hingga 10 persen,” katanya.
Hadi menjelaskan, pelemahan penjualan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, seperti penerapan pajak obsen, konflik dagang antara China dan Amerika Serikat yang turut mempengaruhi daya beli masyarakat, serta semakin ketatnya proses pembiayaan kendaraan oleh leasing.
“Banyak konsumen yang saat ini tersandung BI Checking, terutama akibat pinjaman online dan pembelian barang konsumtif secara daring. Akibatnya, approval leasing menjadi lebih selektif dan mempengaruhi pembiayaan kredit mobil,” terangnya.
Menghadapi kondisi pasar yang menantang ini, TAG berupaya meningkatkan penjualan melalui segmen mobil komersial, terutama model low pick-up Toyota Rangga, yang dibanderol dengan harga Rp199 juta.
Model ini diyakini dapat mendorong pelaku usaha kecil dan menengah untuk kembali menggeliat di tengah tekanan ekonomi.
“Semester pertama ini, kami mencatat penurunan sekitar 11 persen dari total target yang ditetapkan untuk Januari hingga Mei,” ujarnya.
“Kami harap dengan strategi penjualan yang lebih menyasar kebutuhan sektor produktif maka pasar otomotif di wilayah Sumatera Selatan dapat kembali tumbuh secara bertahap pada semester kedua 2025,” harapnya. (CKM)

