RELUNG.ID – Hermes, merek tas mewah yang sangat diidamkan di kalangan sosialita, mencatatkan prestasi gemilang dengan mencapai laba bersih sebesar 4,3 miliar Dolar AS atau sekitar Rp72,3 triliun.
Laporan terbaru dari CNBC mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini mencapai 28 persen dari tahun sebelumnya, didorong oleh total penjualan yang meningkat 16 persen menjadi 13,4 miliar Euro (setara dengan Rp225 triliun).
Sebuah pernyataan dari juru bicara Hermes menyatakan kegembiraan atas peningkatan penjualan yang signifikan, yang juga berdampak pada peningkatan bonus bagi karyawan Hermes di seluruh dunia.
Sekitar 22 ribu karyawan akan menerima manfaatnya, sebagai bagian dari kebijakan untuk membagi hasil pertumbuhan dengan semua kontributor perusahaan.
Setiap staf Hermes akan mendapatkan bonus sebesar 4.000 Euro atau sekitar Rp67,3 juta pada awal tahun ini, menurut pernyataan tersebut.
Peningkatan penjualan juga terjadi di pasar Asia, dengan nilai penjualan meningkat 14,5 persen di Jepang dan 12,9 persen di wilayah Asia-Pasifik lainnya pada tahun lalu. Pasar China, yang merupakan pasar utama bagi merek-merek mewah, melihat pembukaan toko ke-33 untuk Hermes, yang menjadi indikator kekuatan merek ini di pasar global.
Jepang dan Asia-Pasifik secara keseluruhan merupakan pasar terbesar bagi Hermes, dengan total penjualan mencapai 7,5 miliar Euro.
Di pasar saham, saham Hermes mengalami kenaikan lebih dari empat persen menjadi 2.168 Euro pada transaksi pagi di bursa saham Paris, mengungguli raksasa kosmetik L’Oreal.
Keberhasilan ini menandai dominasi yang semakin kuat dari merek mewah Hermes di pasar global, dengan pertumbuhan yang konsisten dan dukungan yang besar dari konsumen di seluruh dunia.

