RELUNG.ID – Pemerintah Mesir telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan 40 tank dan pengangkut personel lapis baja untuk bersiaga di dekat perbatasan Rafah.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ancaman perluasan serangan Israel di wilayah tersebut.
Dilansir dari sumber keamanan Mesir pada Senin (12/2), penempatan tank tersebut bertujuan untuk memperkuat keamanan di perbatasan dekat Gaza, di mana jutaan pengungsi Palestina saat ini menghadapi ketegangan akibat ancaman serangan Israel.
“Mesir perlu bersiap karena jutaan pengungsi Gaza bisa jadi berusaha menerobos pagar perbatasan untuk melindungi diri dari serangan Israel,” ungkap laporan tersebut yang dikutip dari Times of Israel.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya mengumumkan rencana untuk mengevakuasi penduduk Rafah sebelum menghancurkan empat batalyon Hamas yang diduga bersembunyi di sana.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi menolak menampung perpindahan pengungsi warga Palestina dari Rafah, dengan alasan menghindari terulangnya tragedi pengusiran pada tahun 1948 yang dikenal sebagai Nakba.
Mesir juga memiliki kekhawatiran bahwa perpindahan pengungsi ke wilayah mereka dapat membuka peluang bagi Israel untuk menggunakan Sinai sebagai basis serangan baru.
Sejak pecahnya perang pada tanggal 7 Oktober, Mesir telah memperkuat perlindungan di perbatasan Rafah dengan membangun tembok beton enam meter tinggi, dilengkapi dengan kawat berduri di atasnya. Mereka juga meningkatkan pengawasan di pos-pos perbatasan Rafah.
Langkah-langkah ini menandai upaya Mesir dalam menghadapi ancaman potensial di perbatasan dan menjaga stabilitas di wilayah tersebut.

