RELUNG.ID — Objek wisata Sungai Kasie yang dikelola oleh warga Kelurahan Lubuk Tanjung di Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Sumatera Selatan, sementara ditutup.
Penutupan ini dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Lubuk Tanjung setelah menerima banyak protes dari warga sekitar sawah irigasi Kasie 1.
Objek wisata yang telah dibuka sejak 2022 tersebut ditutup sejak Jumat (26/7/2024). Lurah Lubuk Tanjung, Supawi, menjelaskan bahwa warga sekitar resah akibat ramainya pengunjung yang tak teratur dan khawatir akan potensi banjir dari pembuatan kolam di tengah Sungai Kasie.
“Hasil rapat di kelurahan dari masyarakat petani maupun pedagang di Kasie, maka hasil rapat itu ditutup sementara. Masyarakat yang ada di sawah irigasi Kasie 1 itu resah karena adanya pengunjung yang ramai sehingga terganggu,” katanya pada Selasa (30/7/2024).
“Pihak pengelola juga membuat kolam itu di tengah sungai yang dikhawatirkan terjadinya banjir. Karena dampaknya kan balik ke bibir Sungai Kasie 1, takutnya terjadi longsor juga,” tambah Supawi.
Penutupan objek wisata ini akan terus berlangsung sampai ada surat izin resmi operasional dari Pemerintah Kota Lubuklinggau. “Sudah dari Jumat kemarin ditutup sementara sebelum ada izin dari pemerintah, izin wisata,” ujarnya.
Penjabat Wali Kota Lubuklinggau, Trisko Defriyansa, menyatakan telah menerima laporan mengenai penutupan ini dan meminta pihak terkait untuk segera menyelesaikan masalah.
“Saya sudah dapat laporan soal hasil rapat di Kelurahan. Jadi untuk sementara berdasarkan rapat ditutup sementara sampai masalah ini clear. Saya sudah minta Dispar, Camat dan Lurah untuk segera diselesaikan masalah ini,” ujarnya.
Trisko menilai Sungai Kasie memiliki potensi besar sebagai objek wisata karena lokasinya yang berada di tengah kota. Menurutnya, pengelolaan objek wisata ini dapat dibantu oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau.
“Objek wisata di situ tinggal penataannya saja yang diatur lagi. Kita berharap Dispar segera membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di sana. Nanti bila pemerintah sudah sentuh objek wisata di sana dengan infrastruktur, bisa saja ke depannya dikelola oleh pemerintah,” ungkapnya.
Penutupan objek wisata ini dimulai sejak Jumat, sebagaimana disampaikan oleh Lurah Lubuk Tanjung, Supawi.
“Hasil rapat di kelurahan bersama masyarakat petani dan pedagang di Kasie memutuskan untuk menutup sementara sebelum ada izin resmi dari pemerintah,” ujar Supawi pada Senin (29/7/2024).
Masyarakat sekitar Sungai Kasie 1 merasa terganggu dengan keramaian pengunjung, serta mengkhawatirkan dampak negatif dari pembangunan kolam di tengah sungai, yang dapat menyebabkan longsor saat terjadi banjir.
Selain itu, jembatan gantung yang menjadi akses masuk ke lokasi wisata sudah mulai goyah, meningkatkan risiko keselamatan bagi pengunjung.[AYK]

