RELUNG.ID – Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Muara Enim sempat mengalami kelangkaan hingga menyebabkan antrian panjang di sejumlah SPBU di Muara Enim.
Warga pun terpaksa mengantri sejak subuh untuk mengisi BBM yang akan digunakannya untuk operasional ojek.
“Saya hari ini, dari subuh tadi antri hanya mau isi motor untuk ngojek. Kalau tidak dapat minyak saya tidak dapat pemasukan,” ujar salah seorang tukang ojek Leman (40) warga Muara Enim, yang ikut antri di SPBU Talang Jawa Muara Enim, Rabu (17/9/2025).
Menurut Leman, bahwa susahnya mencari BBM sudah dirasakannya tiga hari terakhir ini. Bahkan kemarin (Selasa,red), dirinya terpaksa beli minyak Pertalite eceran di Pertamini seharga Rp 30 ribu perliter, sebab di SPBU maupun Perthashop BBM habis semua.
“Kalau tidak narik kami tidak makan pak. Tolonglah Pertamina, Pak Bupati, kamini bukan minta duit cuman minta BBM jangan langka. Ngapo di Lahat dan Prabumulih Idak saro, tapi di Muara Enim saro, padahal Muara Enim lumbung energi. Apo nunggu masyarakat harus demo,” tegas ayah tiga anak ini.
Menanggapi kondisi tersebut, Sales Branch Manager Sumsel Fuel Ferry Fernando usai menggelar rapat dengan instansi terkait mengakui jika terdapat beberapa kendala hingga berakibat terganggunya penyaluran BBM di Muara Enim khususnya jenis Pertamax.
Adapun kendala itu karena adanya keterlambatan kapal laut yang harusnya datang di jadwal tertentu tapi ternyata delay sehingga tidak bisa disuplai ke Muara Enim.
Selain itu, di SPBU Talang Jawa terdapat dispenser yang sedang diperbaiki sehingga tidak optimal Pertamax sedangkan Pertalite aman.
Sedangkan untuk SPBU Gerigis Tanjung Enim memang sedang dalam pembinaan selama satu bulan oleh Pertamina sejak tanggal 1 September 2025.
Namun karena melihat situasi saat ini akhirnya diberikan dispensasi sementara waktu sampai kondisi normal kembali.
“Ini hanya Pertamax saja, kalau Pertalite dan bio Solar tidak ada masalah dan stok aman,” ujarnya.
Kedepan, pihaknya akan secepatnya mengupayakan Pertamax untuk disuplay kembali ke seluruh penyalur SPBU dan Perthashop sehingga kondisi di Muara Enim aman dan kondusif.
Selain itu, dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan menambah jam operasional dari sebelumnya dari pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB ditambah sampai pukul 02.00 WIB.
Kemudian Ferry juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying karena BBM di Muara Enim akan lancar kembali.
Bahkan pihaknya membuka diri jika ada investor atau Pemda yang berminat membuka SPBU khususnya di kota Muara Enim dan sekitarnya.
Sebab jika melihat situasi dan kondisinya memang harus ada penambahan untuk memperlancar penyaluran BBM. “Kita tergantung permintaan dari SPBU, sebab kami mengirim sesuai dengan permintaan,” tutupnya. (VNS)

