RELUNG.ID – Kecelakaan maut yang terjadi di jalur perlintasan kereta api di Martapura, Kabupaten OKU Timur kini tengah dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.
Pasalnya, peristiwa maut ini telah merenggut satu korban jiwa yaitu penumpang bus pariwisata Putra Sulung ini,
“Total penumpang bus pariwisata ini sebanyak 43 orang, satu orang meninggal dunia, 17 luka berat dan 25 orang luka ringan dan syok. Saat ini semua penumpang yang luka sudah dirawat di rumah sakit di Martapura dan Baturaja,” kata Kapolres OKU Timur, AKBP Dewi Agung Setyono didampingi Kasatreskrim, AKP Hamsal, Senin (22/4).
Dia mengaku, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait kejadian nahas ini. Namun, pihaknya belum dapat memintai keterangan sopir dan kernet bus pariwisata ini dikarenakan sopir dan kernetnya melarikan diri atau kabur saat kejadian.
Meski demikian, pihaknya telah mengantongi identitas sopir dan juga kernet ini. Karena itu, dia pun mengimbau keduanya untuk segera menyerahkan diri.
“Kami imbau keduanya menyerahkan diri untuk dimintai keterangan terkait penyebab tabrakan maut ini,” tegasnya.
Kapolres juga menerangkan kronologi kejadian ini bermula saat Bus Pariwisata Putra Sulung melintas dari arah Belitang hendak menuju ke Jakarta. Setibanya dilokasi kejadian, bus pariwisata ini mati mesin. Namun, disaat bersamaan ada kereta api balaraja yang melintas.
“Tabrakan akhirnya tidak dapat terhindarkan,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Hamsal menambahkan, hingga saat ini, sopir dan kernet dari Polres bus pariwisata ini belum menyerahkan diri ke pihak berwajib.
“Iya, sopir dan kernetnya kabur. Kami imbau mereka untuk menyerahkan diri demi kelancaran proses penyelidikan,” katanya singkat.
Untuk diketahui, kecelakaan maut terjadi ini terjadi antara Bus Pariwisata Putra Sulung bernomor polisi BE 7037 FU dengan kereta api (KA) Balaraja.
Peristiwa nahas ini terjadi di jalur perlintasan kereta api dalam Kota Martapura, Kabupaten OKU Timur, Sumsel sekitar pukul 13.00 WIB, Minggu kemarin (21/4).

