Close Menu
relung.idrelung.id
  • Relung Community
  • Indeks
  • Regional
  • Hukum
  • Politik
  • Bola
  • Bisnis
  • Techno
  • Otomotif
  • Video
  • Liputan Khusus
  • Even
  • Advertorial
  • Karir

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Karhutla Sudah Bikin Malu Bangsa, Asap Indonesia Ganggu Negara Tetangga 

10/10/2026

UIN Raden Fatah Palembang Resmi Buka Prodi Kedokteran, Jadwal Penerimaan Mahasiswa Belum Diumumkan

10/10/2026

Diduga Jadi Sarang Narkoba, Dua Perkampungan di Palembang Digerebek Polisi

10/10/2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
relung.idrelung.id Sunday, 11 October 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
Login
  • Indeks
  • Regional
  • Politik
  • Hukum
  • Liputan Khusus
  • Bisnis
  • Lifestyle
  • Bola
  • Techno
  • Otomotif
  • Advertorial
  • Video
relung.idrelung.id
Home»Indeks»Techno»Perang Chip Memanas, China Pamerkan Mesin Litografi Xizhi
Techno

Perang Chip Memanas, China Pamerkan Mesin Litografi Xizhi

RiyadiBy Riyadi18/08/2025
Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Beijing resmi memamerkan mesin litografi e-beam bernama Xizhi, sebuah inovasi yang diyakini mampu mengurangi ketergantungan pada Barat sekaligus menjadi senjata strategis dalam persaingan chip global. (AI)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

RELUNG.ID- Perang teknologi antara China dan Amerika Serikat memasuki babak baru. Beijing resmi memamerkan mesin litografi e-beam bernama Xizhi, sebuah inovasi yang diyakini mampu mengurangi ketergantungan pada Barat sekaligus menjadi senjata strategis dalam persaingan chip global.

Mesin Xizhi dikembangkan oleh Universitas Zhejiang dengan teknologi berkas elektron (e-beam) untuk mengetsa sirkuit mikro pada wafer silikon. 

Hasilnya, Xizhi mampu menciptakan garis sirkuit selebar 8 nm dengan akurasi 0,6 nm, sesuai standar internasional.

Meski belum secepat mesin litografi EUV (Extreme Ultraviolet) dari raksasa Belanda ASML, Xizhi tetap dipandang sebagai terobosan penting. Selain lebih murah dibandingkan mesin impor, teknologi ini juga sangat berguna untuk riset dan pengembangan chip. Tak heran, sejumlah perusahaan dan lembaga riset di China disebut telah bersiap mengadopsinya.

Baca juga :   Google Rilis Android 15 Beta 2, Hadir dengan Ruang Privat dan Multitasking Layar Besar

Kemajuan industri chip China selama ini terhambat oleh embargo teknologi dari AS dan Belanda. ASML, satu-satunya produsen mesin litografi EUV di dunia, dilarang menjual peralatannya ke China. Padahal, teknologi EUV dengan panjang gelombang 13,5 nm menjadi kunci produksi chip modern di bawah 7 nm, yang kini sudah dikuasai TSMC dan Samsung hingga level 2 nm.

Sebaliknya, industri semikonduktor China hanya bisa mengandalkan mesin litografi DUV (Deep Ultraviolet) dengan teknologi 193 nm yang relatif usang. Kehadiran Xizhi diharapkan bisa menutup sebagian kesenjangan tersebut, sekaligus menjadi langkah awal menuju kemandirian teknologi chip.

Tak hanya Xizhi, raksasa teknologi Huawei juga disebut tengah mengembangkan mesin litografi EUV buatan sendiri di fasilitas Dongguan. Proyek ambisius ini ditargetkan memasuki tahap uji coba pada 2025 dengan rencana produksi massal di 2026.

Baca juga :   Perkenalkan Paket Baru, Harga Langganan Spotify Bakal Naik

Jika berhasil, kolaborasi Huawei dengan SMIC (Semiconductor Manufacturing International Corporation) dapat menghasilkan chip canggih yang mampu menantang dominasi Apple, Qualcomm, hingga Nvidia.

Sanksi Amerika Serikat sejak 2020 membuat Huawei kehilangan akses ke teknologi chip 5 nm dari TSMC. Namun, pada 2023 Huawei mengejutkan dunia lewat peluncuran Mate 60 dengan chip Kirin 9000S (7 nm) buatan SMIC, yang kembali menghadirkan konektivitas 5G.

Langkah itu menjadi sinyal kuat bahwa China bukan hanya mampu bertahan di bawah tekanan sanksi, tetapi juga berinovasi. Dengan Xizhi dan ambisi mesin EUV Huawei, Beijing kian dekat dengan visinya mewujudkan kemandirian semikonduktor nasional.[YKP]

Amerika Serikat China Perang Chip Xizhi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Previous ArticleSerapan APBD 2025 Lamban, Wakil Ketua DPRD Sumsel Sebut Tiga Faktor
Next Article Kim Jong Kook Umumkan Pernikahan di Tahun ke-30 Debutnya
Riyadi

Related Posts

Techno

Laba Samsung Tembus 145 Miliar USD, Produksi HP Dikabarkan Bakal Dipangkas 30 Persen

10/10/20263 Views
Techno

Pengiriman PC Global Anjlok 20,1 Persen, Lenovo Masih Kuasai Pasar

10/10/20262 Views
Techno

Google Siapkan Emoji HDR untuk Chat, Tawarkan Tampilan Lebih Cerah dan Kontras

10/10/20262 Views
Add A Comment

Leave A Reply Cancel Reply

Demo
Top Posts

Olahraga Berbahaya! Ini Manfaat Parkour untuk Kesehatan Tubuh

09/10/202328,875 Views

Hukum dan Keutamaan Puasa Syawal

11/04/202428,747 Views

Daerah Kelimpungan Hadapi Pemangkasan TKD, Menkeu Purbaya Tegaskan Disiplin Fiskal Tak Bisa Dilanggar

08/10/202522,721 Views

Keajaiban Tersembunyi di Talang Sarang Bulan: Curup Ayek Bayau

21/07/20244,403 Views

Tabrak Ambulans Bawa Pasien, Kuasa Hukum RSUD Bayung Lencir Soroti Pemilik Truk Tangki

02/06/20251,359 Views
Stay In Touch
  • Facebook
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
  • Twitter
  • Instagram

Subscribe to Updates

Get the latest tech news from FooBar about tech, design and biz.

Demo
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok
  • Tentang Kami
  • Info Kontak
  • Info Kerjasama
  • Karir
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy & Policy
© 2026

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?