RELUNG.ID – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 hingga saat ini lamban. Kondisi ini diakui oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto.
Meski demikian, lamban serapan ini tidak sepenuhnya disebabkan kinerja pemerintah daerah, melainkan dipengaruhi beberapa faktor.
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopianto menjelaskan, faktor pertama yakni adanya transisi kepemimpinan dari Penjabat (Pj) Gubernur ke Gubernur terpilih, sehingga harus dilakukan penyesuaian atau exiting ulang agar selaras dengan program dan visi misi kepala daerah yang baru.
Faktor kedua yakni, terbitnya Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 yang menekankan efisiensi anggaran juga berdampak pada realisasi APBD.
Inpres ini menurutnya, membuat Pemprov Sumsel harus menyesuaikan kembali rencana kegiatan agar sesai dengan aturan tersebut. Artinya, ada pergeseran anggaran dan memperpanjang proses pelaksanaan.
“Ketika kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) tertunda akibat exiting ulang maupun penyesuaian terhadap Inpres Nomor 1, otomatis penyerapan anggaran juga melambat,” katanya..
Selain itu, faktor ketiga yakni sejumlah proyek infrastruktur berskala besar yang baru memasuki tahap lelang. Walaupun begitu, dia optimis serapan anggaran ini akan mulai meningkat pada bulan depan dan akan melonjak pesat menjelang akhir tahun.
Terkait perubahan anggaran, ia menyebut terdapat kenaikan meski tidak signifikan. Hal itu terjadi karena adanya penyesuaian terhadap program gubernur terpilih sekaligus implementasi Inpres Nomor 1.
“Jadi, tidak bisa serta-merta kesalahan diarahkan ke pemerintah daerah. Kondisinya memang harus melalui penyesuaian,” tegasnya.
Sementara itu, Nopianto juga menyoroti program pemutihan pajak daerah yang saat ini dijalankan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Menurutnya, kebijakan penghapusan denda pajak akan mendorong masyarakat lebih patuh membayar kewajiban, sekaligus berkontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Dengan adanya pemutihan, masyarakat lebih bersemangat melunasi kewajiban pajaknya. Otomatis pemasukan PAD juga meningkat. Ini inisiatif yang patut diapresiasi,” pungkasnya. (DSK)

