RELUNG.ID – Video Pasangan Suami Istri (Pasutri) Lanjut Usia (Lansia), ditemukan dalam kondisi sakit di tempat tidak layak, dalam bedeng kecil dan beralas tikar beredar di Lubuklinggau.
Penemuan ini terjadi di RT 1, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
Belakangan diketahui, pasutri lansia tersebut bernama Cikedung (64) dan Amuyah (65) warga Musi Rawas, Sumsel.
Anak kedua dari pasangan lansia, Sudarto mengatakan, dia bersama dengan kakak dan adiknya tidak pernah menelantarkan orang tuanya. Sebab, orang tuanya itu semula tinggal di rumahnya di daerah Bengkok Dusun 1 Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Kemudian setelah itu, orang tuanya pamit minta diantar untuk ke Lubuklinggau ke rumah anaknya di daerah Jogoboyo.
“Dia izin dengan saya, jadi saya mengikuti demi kebahagiaan orang tua saya. Tujuan dia katanya ke tempat anaknya di Lubuklinggau di Jogoboyo, adik saya,” ungkapnya.
Setelah tinggal di Lubuklinggau dengan adiknya di daerah Jogoboyo, kedua orang tuanya tersebut diduga pergi dari rumah sudah sejak sebulan setengah.
Hingga akhirnya pihak keluarga mengetahui kalau orang tuanya itu tinggal di sebuah bedeng bekas dengan kondisi memprihatinkan.
“Jadi dari keterangan dia, dia pergi dari tempat adik saya dan dia tidak pamit,” terangnya.
Dia mengaku, saat pamit dari rumahnya di Bengkulu, ibunya dalam kondisi sehat. Sedangkan, bapaknya memang telah sakit sejak lama.
“Setelah ini bagaimana tindak lanjut kedepan agar tidak terjadi seperti ini lagi, kita mau berkomunikasi dengan keluarga dulu, kami juga bersyukur dan terima kasih dengan Pemerintah Lubuklinggau,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Lubuklinggau, Fahmi mengatakan pihaknya telah membawa pasangan lansia tersebut ke Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau untuk dilakukan perawatan.
Setelah sebelumnya diantar dan dilakukan pengecekan kesehatan di IGD Rumah Sakit pada Senin, 9 Desember 2024 sekitar pukul 17.00 WIB.
“Saat ini kedua lansia tersebut dirawat di RS Siti Aisyah Lubuklinggau di ruang Al Amin. Dan mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit untuk mengobati penyakit keduanya,” katanya.
Dia mengaku, semula pihaknya tidak mengetahui identitas dari kedua lansia ini. Namun, pihaknya melakukan koordinasi ke Capil dan akhirnya mendapatkan identitasnya yaitu masih warga Musi Rawas.
“Ini akan kita tindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan melalui Dinsos Kabupaten Musi Rawas sehingga bantuan nantinya yang akan dikirimkan melalui sentra atau Kementerian Sosial terhadap keduanya,” pungkasnya. (ANS)

