RELUNG.ID – Sultan Mahmud Badaruddin IV menegaskan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi yang digelar Dewan Kesenian Palembang (DKP), yang dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen pelestarian budaya daerah.
Menurut Sultan, Palembang memiliki kekayaan budaya yang besar dan harus dijaga secara bersama.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi juga ruang untuk menyatukan visi para pemangku kepentingan di bidang seni dan budaya.
“Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen menjaga warisan budaya sekaligus memastikan keberlanjutan para pelaku seni,” ujarnya.
Ketua DKP, M Nasir menambahkan, bahwa keberadaan forum kebudayaan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh para seniman.
Ia menekankan pentingnya dukungan nyata, termasuk kepastian hukum, agar para pelaku seni dapat terus berkarya dengan aman dan berkembang.
“Kita ingin para seniman memiliki masa depan yang jelas. Kegiatan seni harus memiliki payung hukum agar terlindungi dan mampu berkembang secara optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Kgs Sulaiman Amin, menilai kegiatan tersebut sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah dan komunitas seni dalam membangun ekosistem kebudayaan yang kuat.
“Pembangunan kebudayaan tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar ekosistem seni dan budaya semakin kokoh,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Pemerintah Kota Palembang melalui Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan, M Syahrudin Hajar.
Ia menilai kolaborasi yang terjalin mampu menjaga warisan budaya sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru yang membanggakan daerah.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pelestarian budaya di Palembang dapat terus berjalan beriringan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri sebagai kota yang kaya akan tradisi. (DSK)

