RELUNG.ID- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali dikeluhkan warga di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Kondisi ini bahkan mulai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Salah satu titik yang dilaporkan sering mengalami kekosongan stok adalah SPBU di kawasan Talang Banyu. Tidak jarang, warga harus menghadapi antrean panjang sebelum akhirnya mengetahui bahwa stok Pertalite telah habis.
Kelangkaan tersebut juga dirasakan langsung oleh para pekerja yang bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah, seperti pengemudi ojek.
Soni, seorang pengendara ojek gandeng di Tebing Tinggi, mengaku sering kali tidak mendapatkan Pertalite saat hendak mengisi bahan bakar. Ia menyebut papan pengumuman bertuliskan “Pertalite Kosong” kerap terlihat di SPBU tersebut.
“Sering sekali habis. Tadi sore sekitar jam 4 sudah kosong. Kami ini kerjanya di jalan, kalau Pertalite susah dicari, mau narik pun jadi serba salah,” keluh Soni, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, kondisi ini sangat memengaruhi penghasilannya. Jika terpaksa membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal, maka sisa pendapatan yang bisa dibawa pulang menjadi jauh lebih sedikit.
Pantauan di lapangan menunjukkan SPBU Talang Banyu memang kerap kehabisan stok Pertalite, terutama pada sore hingga malam hari.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya penambahan kuota agar aktivitas mobilitas di ibu kota Kabupaten Empat Lawang tersebut tidak terganggu.[SLM]

