RELUNG.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling), anak usaha PT Pertamina (Persero), memperkenalkan inovasi terbaru dalam bidang keselamatan kerja dengan meluncurkan AI-See-U, sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk memantau area kerja secara real-time dan mendeteksi potensi risiko kerja sejak dini. Langkah ini menunjukkan komitmen Pertamina Drilling dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerjanya.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengungkapkan bahwa AI-See-U mampu mendeteksi pelanggaran keselamatan kerja, seperti tidak menggunakan helm, sepatu pelindung, sarung tangan, atau kacamata keselamatan. Sistem ini secara otomatis mengirimkan peringatan ke penanggung jawab lapangan melalui WhatsApp atau email, sekaligus mencatat data untuk analisis lebih lanjut.
“AI-See-U dirancang untuk mendeteksi kondisi tidak aman di lapangan, membantu kami mencegah kecelakaan kerja secara proaktif. Inovasi ini sejalan dengan upaya Pertamina Drilling untuk membangun budaya keselamatan kerja yang kuat,” ujar Avep dalam acara IPA CONVEX 2025 di ICE BSD.
Pertamina Drilling telah mengimplementasikan uji coba pertama sistem AI-See-U di Rig PDSI#15.3 (Indramayu) dan Rig PDSI#04.3 (Luwuk) selama periode Oktober 2024 hingga Januari 2025. Uji coba tahap kedua direncanakan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2025 di Rig PDSI#31.3 (Indramayu) dan Rig PDSI#12.3 (Karawang).
Hasil uji coba menunjukkan efektivitas sistem ini dalam mendeteksi pelanggaran keselamatan kerja secara real-time, memberikan peringatan dini, dan membantu mengurangi potensi risiko.
Ke depan, AI-See-U akan dikembangkan lebih jauh untuk mendeteksi skenario yang lebih kompleks, seperti personel tidak sadarkan diri, asap, api, ledakan, pelanggaran merokok di area kerja, hingga gerakan khusus untuk permintaan bantuan (customized gesture/SOS). Sistem ini juga akan mendukung penerapan buddy system untuk meningkatkan pengawasan antarpekerja.
“Melalui penerapan teknologi ini, kami optimis dapat menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan dan mendorong terciptanya budaya kerja yang lebih aman di seluruh lokasi operasi Pertamina Drilling,” tambah Avep.
Langkah ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya angka kecelakaan kerja di Indonesia. Data dari BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pada tahun 2023, terdapat 370.747 kasus kecelakaan kerja, naik dari 297.725 kasus di tahun sebelumnya.
Dengan AI-See-U, Pertamina Drilling berharap tidak hanya memperbaiki statistik keselamatan kerja tetapi juga menjadi pelopor dalam penerapan teknologi AI untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman di sektor minyak dan gas.[THQ]

