RELUNG.ID – Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, yang selama ini dikenal akan kekayaan alam dan potensi wisatanya, kini diliputi duka usai insiden peledakan amunisi kedaluwarsa di lokasi pemusnahan bahan peledak, Senin (12/5) pagi.
Desa Sagara membentang seluas 4.750 hektare, berbatasan dengan Cisompet di utara, Samudra Indonesia di selatan, Mekarmukti di barat, dan Maroko di timur.
Dari hamparan persawahan dan ladang seluas 3.052,4 hektare hingga jajaran bukit dan pegunungan, desa ini menyuguhkan panorama memukau.
Beberapa destinasi unggulan yang memiliki nilai wisata tinggi antara lain: Gunung Keramat Somaning, dengan gua mistis yang menurut legenda dihuni ular besar, Sungai Cibaluk, menawarkan wisata air, trekking, dan wahana flying fox.
Kemudian, Pantai Peledakan di blok Peledakan, unik dengan tiga kolam air tawar di tepi laut yang potensial dikembangkan dan Akses menuju Desa Sagara pun mudah, berlokasi di jalur Lintas Selatan Jawa Barat yang menghubungkan Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, membuatnya ideal untuk wisatawan.
Selain menyimpan sejumlah pesona keindahan, hamparan luas di kawasan Desa Sagara ini juga memang sering dijadikan sebagai tempat untuk pemusnahan amunisi militer.
Dari informasi, sebelum pemusnahan dan peledakan amunisi ini, warga setempat telah mendapatkan imbaan untuk menjauh dari lokasi.
Bahkan, sebelum pemusnahan dilakukan, para warga juga telah diberitahukan untuk menjauh. Hanya saja, belum diketahui apakah seluruh warga sudah menjauh dari radius berbahaya atau belum.
Akibat kejadian tersebut, kini total korban peledakan amunisi ini menjadi 13 orang.
“13 jenazah ini terdiri dari empat anggota TNI dan sembilan warga sipil,” kata Direktur RSUD Pameungpeuk, Lulu Fahrizah Balqis. (LWM)

