RELUNG.ID – Pemerintah Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, membantah tudingan bahwa warga setempat memulung sisa material peledakan amunisi kedaluwarsa TNI pada Senin (12/5).
Menurut aparat desa, warga memang dilibatkan secara resmi oleh TNI dalam proses pemusnahan amunisi, bukan beraktivitas sendiri di luar pengawasan.
Pengurus Desa Sagara, Doni David, menjelaskan bahwa keterlibatan warga meliputi penggalian lubang, pemilahan, hingga penyusunan amunisi yang akan dimusnahkan.
“Masyarakat membantu TNI dalam setiap tahap pemusnahan, jadi bukan memulung secara sembunyi-sembunyi. Lokasi dijaga ketat, dan saat ledakan pun anggota TNI juga ikut menjadi korban,” katanya, Selasa (13/5).
Video berdurasi 44 detik yang beredar menunjukkan seorang pria, Rustiawan, memeriksa apa yang tampak seperti proyektil.
Doni menegaskan bahwa informasi menyebut warga tewas akibat memulung adalah keliru.
Ia menambahkan, seluruh proses termasuk identifikasi korban dan pengumpulan material berlangsung di bawah pengawasan personel militer.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menerangkan bahwa sejumlah warga memang berada di sekitar lokasi semula, kemudian mendekat setelah ledakan untuk mengumpulkan selongsong peluru dan kuningan bekas granat atau mortir.
“Mereka tidak menyadari masih ada bahan peledak yang belum meledak, sehingga menjadi korban,” jelas Kristomei.
Doni juga menyampaikan duka cita atas insiden tersebut. Saat ini, sembilan korban sipil menunggu proses identifikasi di RSUD Pameungpeuk dan direncanakan disemayamkan di rumah duka hari ini.
“Kami turut berduka cita. Semoga amal ibadah para korban diterima di sisi Allah,” pungkasnya. (vid)

