RELUNG.ID – Warga Dusun I Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas kembali dihantui teror satwa liar. Seorang petani bernama Junaidi (47) diserang seekor beruang saat beraktivitas di kebun miliknya, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Serangan itu membuat korban mengalami luka di bagian wajah dan tangan. Beruntung, Junaidi berhasil menyelamatkan diri setelah kabur dari kejaran beruang dan mendapat pertolongan dari petani lain yang berada di sekitar lokasi kebun.
Informasi yang dihimpun, saat kejadian korban tengah bekerja seperti biasa di area perkebunan. Namun tanpa diduga, seekor beruang tiba-tiba muncul dan langsung menyerang korban secara brutal.
Korban yang panik berusaha melawan sambil menyelamatkan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas terdekat. Karena mengalami luka cukup serius, Junaidi kemudian dirujuk ke RS Sobirin Muara Beliti untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Insiden itu langsung memicu kekhawatiran warga. Apalagi, kawasan perkebunan di desa tersebut diketahui berada tidak jauh dari area hutan yang diduga menjadi habitat satwa liar.
Pemerintah Desa Ciptodadi pun bergerak cepat dengan mengimbau warga agar lebih waspada saat pergi ke kebun. Warga diminta tidak beraktivitas seorang diri guna menghindari kejadian serupa terulang kembali.
Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta membenarkan adanya serangan beruang terhadap seorang petani di wilayah tersebut.
“Korban sudah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan perkebunan maupun dekat hutan,” ujar Kapolres.
Kapolres menegaskan warga sebaiknya tidak pergi ke kebun sendirian, terutama pada waktu rawan seperti pagi buta atau menjelang malam.
“Saat pergi ke kebun, usahakan tidak sendirian. Sebisa mungkin berkelompok dan hindari beraktivitas terlalu pagi saat masih gelap atau hingga larut malam,” katanya.
Ia juga meminta warga tidak nekat mendekati satwa liar apabila kembali muncul di sekitar permukiman atau kebun warga.
“Kalau melihat keberadaan atau tanda-tanda satwa liar, segera menjauh. Jangan mencoba mendekati, memprovokasi, apalagi memburunya sendirian,” tegasnya. (NSR)

