RELUNG.ID — Insiden robohny derek (crane) pada proyek jembatan layang (flyover) perlintasan sebidang kereta api di Bantaian, Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, yang menyebabkan 2 korban tewas dan 7 korban luka, mendapat perhatian serius dari Pj Bupati Muara Enim, Ahmad Rizali.
Rizali secara khusus menjenguk korban luka yang dirawat di RSUD dr Mohamad Rabain pada Kamis (7/3) malam.
Dia menyatakan bahwa dua upaya telah dilakukan, yaitu evakuasi korban dan memulihkan lalu lintas kereta api dengan membersihkan puing-puing beton dan besi derek yang menutup jalur rel kereta.
Dalam waktu dekat, Rizali akan memanggil Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan untuk membahas upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan memanggil pihak BBPJN Sumsel terkait robohnya girder pembantu Flyover, ” kata dia.
Dia menekankan pentingnya kehati-hatian dan perhitungan cermat dalam pemasangan girder flyover, yang merupakan pekerjaan berisiko tinggi.
Untuk diketahui kecelakaan kerja tersebut terjadi pada pembangunan flyover di Bantaian, Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Beton girder yang dipasang di flyover tersebut ambruk dan menimpa kereta api Babaranjang yang sedang melintas di bawahnya, menyebabkan kereta tertimpa dan lalu lintas macet total.
Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan operasional kereta api. Saat ini, upaya evakuasi rangkaian kereta api dan perbaikan jalur rel yang rusak sedang dilakukan.
Kejadian ini telah menimbulkan dampak yang signifikan tidak hanya terhadap korban langsung, tetapi juga terhadap pelayanan transportasi kereta api dan arus lalu lintas di wilayah tersebut. Langkah-langkah preventif dan evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur yang kompleks seperti flyover. [RG]

