Untuk mengamankan pasokan listrik saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk (UID) Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) menyiagakan 2.756 personel.
Demikian diketahui saat gelaran apel siaga Nataru 2023 secara hybrid di 3 Provinisi, Rabu (14/12).
General Manager PLN UID S2JB, Amris Adnan mengatakan, untuk menjaga keamanan pasokan listrik menjelang Natal dan Tahun Baru 2023. Tentunya sudah menjadi tugas PLN bersama untuk mengawal hal tersebut, khususnya di wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu.
“Kami mengingatkan dan mempersiapkan kehandalan serta ketersediaan pasokan listrik menjelang Natal dan Tahun Baru 2023,” katanya.
Tidak hanya menyiagakan personil, PLN UID S2JB juga menyiagakan peralatan dan fasilitas penunjang berupa 143 unit mobil, 232 unit motor, 7 crane, 226 posko siaga, 26 genset, dan 59 unit gardu bergerak. Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) juga diterjunkan, terdiri dari 2 tim PDKB sentuh langsung dan 5 tim PDKB berjarak. Adapun tempat-tempat prioritas untuk pengamanan listrik antara lain rumah ibadah, fasilitas kesehatan, dan kantor pemerintahan.
Amris juga menyatakan bahwa daya mampu sistem untuk kelistrikan di wilayah kerja S2JB dalam kondisi aman dan tercukupi, lantaran saat ini beban puncak harian tertinggi pada bulan Desember tercatat sebesar 1.439 MW, sementara daya mampu sebesar 1.995 MW.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena saat ini sistem punya cadangan daya 556 MW. Saya menghimbau kepada seluruh personil siaga agar kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan tanpa pemadaman. Saya ingatkan juga kepada rekan-rekan di lapangan agar selalu menerapkan aspek K3 di setiap pekerjaan, karena keselamatan adalah yang utama.” pungkasnya.

