RELUNG.ID – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan membantu proses persalinan warga Desa Upang Induk, Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin.
Melalui fasilitas ambulans apung, personel Ditpolairud Polda Sumsel mengantar Sopiah Indah Puspita Sari ke RS Boom Baru Palembang hingga selamat melahirkan bayi perempuannya.
Personel Ditpolairud yang bertugas di Pos Pangkalan Sandar Upang segera bergerak cepat ketika mendapat informasi bahwa Sopiah membutuhkan pertolongan medis.
Dengan menggunakan ambulans apung milik Ditpolairud Polda Sumsel, Sopiah dibawa dari Desa Upang Induk ke RS Boom Baru Palembang pada Rabu (5/3/2025).
Berkat kesigapan petugas, bayi perempuan yang diberi nama Hanania Arnavat Dharva Mahe lahir dengan sehat melalui operasi caesar.
Setelah proses persalinan yang berjalan lancar, pada Sabtu (15/3/2025), personel Ditpolairud kembali menjemput Sopiah beserta buah hatinya untuk diantar pulang ke Desa Upang Induk. Kehadiran aparat kepolisian ini mendapat apresiasi tinggi dari keluarga Sopiah dan masyarakat setempat.
Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Pol Sony Mahar Budi Aditiyawan SIK MH, melalui Kepala Pos Pangkalan Sandar Upang, Bripka Ardianto SH MH, menyampaikan bahwa masyarakat pesisir tidak perlu ragu meminta bantuan kepada personel Polairud jika menghadapi kendala, terutama dalam situasi darurat.
“Kami dari Polri selalu siap menjadi pengayom dan pelindung masyarakat. Jangan sungkan untuk meminta bantuan, karena kami hadir untuk membantu setiap permasalahan yang dihadapi warga,” ujar Ardianto kepada wartawan.
Sementara itu, Heriyadi, suami Sopiah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Polairud Polda Sumsel atas bantuan yang diberikan.
Ia mengungkapkan bahwa layanan yang diberikan oleh personel Polairud sangat sigap, cepat, dan gratis, sehingga masyarakat merasa terbantu.
“Alhamdulillah, anak dan istri saya dalam kondisi sehat. Kami merasa sangat terbantu oleh personel Polairud di Pos Pangkalan Sandar Upang. Mereka bukan hanya petugas, tetapi sudah seperti keluarga bagi kami,” kata Heriyadi. (FZP)

