RELUNG.ID– Aparat kepolisian masih menyelidiki aksi dugaan pembakaran bendera Merah Putih yang terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Peristiwa yang terekam kamera pengawas (CCTV) itu viral di media sosial dan memicu keresahan warga, terlebih terjadi pada bulan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Insiden tersebut terjadi di Gang Moch Fatah 1, Pal 3, Kelurahan Maleber, Kecamatan Andir, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 04.38 WIB.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria tak dikenal diduga membakar bendera Merah Putih yang terpasang di kawasan permukiman. Berdasarkan penelusuran awal warga, pelaku diduga bukan merupakan warga setempat.
Ketua RT 01 RW 10 Kelurahan Maleber, Asep, mengatakan kejadian tersebut merupakan kali pertama terjadi di lingkungannya. Warga pun merasa resah karena aksi itu dilakukan terhadap simbol negara pada momentum menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Pihak kepolisian dari Polsek Andir sudah datang mengecek lokasi dan meminta rekaman CCTV. Yang dibakar itu bendera Merah Putih,” ujar Asep, Rabu (5/8/2026).
Menurut Asep, setelah menerima laporan dari warga, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta mengamankan rekaman CCTV sebagai bahan penyelidikan.
Kapolsek Andir Kompol Triyono membenarkan bahwa pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian.
“Masih kami lakukan penyelidikan. Ada satu saksi yang berpapasan dengan pelaku saat kejadian,” kata Triyono kepada Tribunnews.com, Selasa (4/8/2026).
Selain meminta keterangan saksi, penyidik juga menelusuri identitas pelaku melalui rekaman CCTV yang berhasil diamankan dari sekitar lokasi.
Hingga kini, polisi belum mengungkap motif maupun identitas pelaku. Proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan kronologi peristiwa sekaligus mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pembakaran bendera Merah Putih tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video rekaman CCTV beredar luas di media sosial dan menuai beragam reaksi dari warganet yang mengecam tindakan tersebut.[YKP]

