RELUNG.ID – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menghibahkan lahan seluas 8.305 meter persegi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Regional 3 di Kota Palembang.
Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan memperkuat layanan kesehatan bagi lima provinsi di wilayah Sumatera bagian selatan.
Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah dan Berita Acara Serah Terima dilakukan di Hotel The Zuri Palembang, Kamis (6/8/2026). Lahan yang dihibahkan berlokasi di Jalan Gubernur H. Bastari, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel, H. Yossi Hervandi, mengatakan hibah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, lahan seluas 8.305 meter persegi itu akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat milik Kementerian Kesehatan di Palembang.
“Kami berharap setelah proses hibah selesai, pembangunan dapat segera direalisasikan. Saat ini kemungkinan masih dalam tahap perencanaan dan diharapkan tahun depan sudah memasuki tahap pembangunan fisik,” ujar Yossi.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Palembang, Dr. Eva Susanti, S.Kp., M.Kes., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumsel yang telah menyediakan lahan strategis untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Ia menjelaskan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 3 nantinya akan menjadi pusat layanan laboratorium rujukan bagi lima provinsi, yakni Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, dan Lampung.
“Lokasi ini sangat strategis dan akan mendukung pelayanan laboratorium regional yang melayani lima provinsi di Sumatera bagian selatan,” katanya.
Eva mengatakan, setelah aset resmi menjadi milik Kementerian Kesehatan, tahapan selanjutnya meliputi pengukuran lahan, penyusunan perencanaan teknis, kajian lingkungan, hingga pembangunan gedung secara bertahap.
Keberadaan laboratorium tersebut tidak hanya melayani pemeriksaan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan rujukan bagi laboratorium kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Laboratorium Regional 3 juga akan dilengkapi berbagai layanan pemeriksaan, seperti penyakit menular, mikrobiologi, imunologi, kimia kesehatan, patologi anatomi, deteksi dini kanker, pemeriksaan jantung dan ginjal, hingga layanan medical check-up.
Untuk meningkatkan kemudahan akses masyarakat, layanan laboratorium akan didukung sistem digital.
Masyarakat nantinya dapat melakukan pendaftaran hingga mengakses hasil pemeriksaan secara daring. Selain itu, tersedia pula layanan homecare bagi pasien yang memerlukan pengambilan sampel di rumah.
Eva menegaskan tarif layanan akan mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Keuangan sehingga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Ia berharap kehadiran Laboratorium Kesehatan Masyarakat Regional 3 dapat memperkuat upaya deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera bagian selatan.
“Semakin cepat penyakit diketahui, semakin cepat pula penanganannya sehingga peluang kesembuhan lebih besar dan beban biaya pengobatan masyarakat dapat ditekan,” pungkasnya. (DSK)

