RELUNG.ID – Setelah melakukan penyidikan dan mendapatkan bukti yang kuat, akhirnya Polres OKU berhasil mengamankan dan menetapkan satu dari empat pelaku utama perusakan fasilitas umum saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD OKU pada 1 September 2025.
Biang Kerok kericuhan tersebut adalah Supri (39), warga asal Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.
Sementara itu, tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron.
Polres OKU juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 flashdisk berisi rekaman video aksi perusakan, topi milik pelaku dan pecahan pot bunga yang digunakan sebagai alat pelempar.
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo menyampaikan, bahwa berdasarkan rekaman video yang dikumpulkan oleh pihaknya, Supri terlihat jelas aktif melakukan perusakan, mendorong pagar dan melemparkan benda keras ke arah gedung DPRD bersama sejumlah demonstran lainnya.
“Ia juga diduga menghasut massa untuk memecahkan pot bunga yang ada di sekitar area gedung DPR sebagai alat pelempar dalam aksi tersebut,” ujarnya, Rabu (10/9/2025).
Sementara, kata Kapolres, ada dua kelompok yang berbeda dalam aksi itu. Kelompok pertama berasal dari organisasi kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Baturaja dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang telah menyampaikan pemberitahuan resmi kepada Polres OKU.
Sementara, kelompok kedua terdiri dari massa tak terkoordinir dan tidak bertanggung jawab yang diduga menjadi pemicu utama terjadinya kericuhan dan perusakan fasilitas umum.
“Kerusuhan ini dipicu oleh kelompok yang tidak terkoordinir yang sengaja menimbulkan kekacauan, termasuk melakukan perusakan terhadap fasilitas negara,” tegas Kapolres.
Akibat aksi anarkistis tersebut, sejumlah fasilitas pemerintah seperti pagar, gapura dan pot bunga. Lalu kaca dan spion kendaraan dinas Polri. Semua kerusakan ini kerugiannya ditaksir lebih dari Rp73 juta
“Fasilitas ini dibangun dari uang rakyat melalui pajak. Jadi, kerugian ini adalah kerugian seluruh masyarakat,” ujar AKBP Endro.
Selain kerugian materi, juga ada dua anggota Polri yang mengalami luka ringan saat melakukan pengamanan. Selain itu, seorang warga sipil dilaporkan terkena lemparan batu di bagian kepala hingga harus mendapat penanganan medis.
“Kita akan terus dalami kasus ini, termasuk memburu ketiga terduga pelaku lainnya yang teridentifikasi dari rekaman video dan keterangan saksi,” pungkasnya. (MZN)

