RELUNG.ID-Satreskrim Polres OKU Timur kembali mengamankan sembilan unit armada angkutan batu bara yang diduga ilegal setelah aktivitas pengangkutan tersebut sebelumnya berjalan lancar.
Sembilan mobil tronton bermuatan batu bara itu diamankan pada Jumat (10/7/2026) sore. Hingga Minggu (12/7/2026), seluruh kendaraan masih terparkir di depan Mapolres OKU Timur bersama barang buktinya.
Kapolres OKU Timur AKBP Adik Listiyono SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Rendi Ramadhona membenarkan adanya penindakan terhadap sembilan armada tersebut.
“Iya benar. Ada sembilan angkutan batu bara yang diduga ilegal diamankan bersama sopir dan kernetnya. Namun ada satu sopir yang melarikan diri dengan membawa kunci mobilnya,” ujar Iptu Rendi, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, polisi saat ini masih melakukan pendalaman terkait pemilik sembilan armada batu bara tersebut. Untuk sementara, petugas baru mengamankan para sopir dan kernet guna menjalani pemeriksaan.
“Sejauh ini kita masih mendalami pemiliknya. Hanya sopir dan kernet saja yang baru diamankan dan masih dalam pemeriksaan,” katanya.
Iptu Rendi menjelaskan, penindakan tersebut dilakukan secara situasional dan bukan dalam rangka operasi atau razia khusus.
“Tidak ada razia, hanya situasional,” ungkapnya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, perkara tersebut nantinya akan dilimpahkan ke Polda Sumatera Selatan untuk penanganan lebih lanjut.
“Semuanya akan kita limpahkan ke Polda Sumsel,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sembilan armada tersebut menggunakan dokumen jalan yang berbeda. Sebanyak tiga unit menggunakan surat jalan Tubaba, sedangkan enam unit lainnya menggunakan surat jalan LKA.
Total muatan batu bara yang diangkut sembilan tronton tersebut diperkirakan mencapai sekitar 360 ton.
Adapun kendaraan yang diamankan yakni tronton dengan nomor polisi Z 8670 YA membawa sekitar 40 ton batu bara, T 9680 DI sekitar 40 ton, BG 8339 MX sekitar 48 ton, BG 8508 NS sekitar 46 ton, Z 9520 YA sekitar 42 ton, BG 8341 MX sekitar 42 ton, BG 8905 OP sekitar 45 ton, BG 8726 OI sekitar 45 ton, serta BG 890 DC sekitar 40 ton. [MZN]

