RELUNG.ID – Sebanyak 15 saksi telah diperiksa oleh Tim Reserse Kriminal Polrestabes Palembang terkait laporan masyarakat terhadap kreator konten Willie Salim. Willie dilaporkan setelah kontennya yang memasak 200 kilogram rendang di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang memicu kericuhan akibat berebutnya masyarakat mengambil rendang tersebut.
Plt Kasubag Humas Polrestabes Palembang, Ipda Toto, mengungkapkan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendalami laporan tersebut. “Sebanyak 15 orang telah kami panggil untuk dimintai keterangan. Saat ini proses masih pada tahap pendalaman saksi-saksi,” ujar Toto kepada awak media, Rabu (16/4/2025).
Selain pemeriksaan saksi, kepolisian juga terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan untuk melengkapi penyelidikan. Namun, hingga kini, status Willie Salim masih sebatas terlapor, dan belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini.
“Nantinya, jika ada perkembangan baru, kami akan memberikan informasi lebih lanjut,” tambah Toto.
Sebelumnya, Willie Salim telah menyampaikan permintaan maaf secara virtual melalui unggahan di akun media sosialnya pada Sabtu (22/3/2025). Dalam klarifikasinya, Willie mengakui bahwa masalah yang terjadi merupakan akibat dari kurangnya persiapan dalam pelaksanaan konten.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh warga Palembang. Kejadian ini murni kesalahan saya, bukan masyarakat Palembang. Saya tidak menyangka kegiatan ini akan berakhir seperti itu,” ungkap Willie.
Willie menjelaskan bahwa konten tersebut awalnya bertujuan berbagi makanan dengan masyarakat di tepian Sungai Musi selama bulan Ramadan. Namun, daging rendang yang telah disiapkan ludes diambil oleh warga yang berebut, sehingga kegiatan berbagi makanan tidak terlaksana sesuai rencana.
“Saya belajar banyak dari kejadian ini. Harapan saya, masyarakat dan netizen tidak menyalahkan warga Palembang, karena masalah ini sepenuhnya tanggung jawab saya,” tutupnya.[THQ]

