Pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bakal berdampak kepada produksi sampah, khususnya di Palembang.
Hal ini dikarenakan sejumlah kegiatan sudah kembali normal dan bahkan terjadi peningkatan kegiatan perekonomian.
BACA: Sampah Malam Pergantian Tahun di Palembang Tembus 900 Ton
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Palembang, Ahmad Mustain mengakui hal tersebut. Dia mengatakan, selama ini ada pembatasan kegiatan karena adanya PPKM. Namun, setelah dicabut, tentunya setiap kegiatan dapat berlangsung di Kota Palembang.
“Dengan meningkatnya kegiatan, tentu produksi sampah juga akan meningkat,” katanya, Rabu (4/1).
Biasanya selama PPKM diterapkan, produksi sampah di Palembang hanya sekitar 800 ton per hari yang diangkut ke TPA. Setelah PPKM dicabut, maka produksi sampah diprediksi meningkat hingga 900 ton per hari yang diangkut ke TPA Sukawinatan.
BACA: Tahun Baru, Volume Sampah di Lubuklinggau Diprediksi Meningkat 10 Ton
“Untuk menghindari terjadinya tumpukan sampah di Palembang, tahun ini kami bakal melakukan penambahan armada dump truk sebanyak enam unit,” ujarnya.
Dia mengakui, sejauh ini pengangkutan sampah di Palembang ke TPA Sukawinatan belum optimal. Mengingat, armada pengangkut sampah masih minim. Tercatat, total angkutan armada pengangkut sampah di DLHK hanya 121 unit dump truk. “Kami harap dengan penambahan ini dapat mengoptimalkan pengangkutan sampah di Kota Palembang,” pungkasnya.

