RELUNG.ID – Raksasa teknologi Apple resmi menanamkan investasi senilai USD 160 juta atau sekitar Rp 2,62 triliun di Indonesia. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kesepakatan ini dan memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi tersebut.
“Beliau sangat memberikan lampu hijau terhadap apa yang sudah kita lakukan. Beliau juga memahami bahwa negosiasi dengan perusahaan besar bukan hal yang mudah,” ujar Agus di kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (26/2).
Investasi Apple kali ini lebih besar dari proposal sebelumnya yang sempat ditolak Kemenperin pada tahun lalu, yang hanya senilai USD 100 juta. Kesepakatan baru ini akan direalisasikan dalam periode tiga tahun, dari 2026 hingga 2028.
Apple Tak Wajib Bangun Pabrik, Fokus pada Inovasi
Agus menjelaskan bahwa investasi Apple masuk dalam Skema 3, yakni skema inovasi. Dengan skema ini, Apple tidak diwajibkan membangun pabrik iPhone atau komponen penting lainnya di Indonesia. Sebagai gantinya, Apple akan berkontribusi pada pengembangan inovasi dan ekosistem teknologi di Tanah Air.
Sementara itu, Agus juga menegaskan bahwa iPhone 16 belum bisa masuk ke pasar Indonesia hingga sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen terpenuhi. Saat ini, proses sertifikasi tengah berlangsung dan diperkirakan akan rampung pada Ramadan 2025.
“Setelah sertifikasi TKDN selesai, selanjutnya proses ada di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk izin edar produk Apple, terutama iPhone 16,” jelas Agus.
Dengan masuknya investasi Apple ini, diharapkan ekosistem industri teknologi di Indonesia semakin berkembang, serta membawa dampak positif bagi sektor inovasi dan digitalisasi nasional. [THQ]

