RELUNG.ID – Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merespons dorongan untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Menurutnya, usulan tersebut datang terlalu dini, mengingat dirinya baru 100 hari menjabat sebagai kepala negara.
“Dan memang sebetulnya aneh, baru 100 hari bekerja sudah dipaksa untuk mau dicalonkan tahun 2029. Nanti ada itu pengamat-pengamat, ‘Prabowo ambisius’, nih ada wartawan ya dia rekam semua,” ujar Prabowo dalam sambutannya di HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/2).
Prabowo mengapresiasi kinerja pemerintahannya dalam 100 hari pertama. Namun, ia menegaskan bahwa pekerjaan yang telah dilakukan masih jauh dari harapan rakyat.
“Dalam 100 hari, alhamdulillah kita telah berbuat banyak. Tapi ini belum apa-apa, rakyat mengharapkan lebih dari kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak cepat puas dan besar kepala, sebab penilaian kerja tidak bisa hanya berdasarkan 100 hari pertama.
“Dan kita jangan besar kepala, 100 hari bukan permintaan saya. Dari mana tradisi kinerja 100 hari? Siapa yang dapat rapor? Orang sekolah dasar saja nggak 100 hari kok, iya kan? Masuk sekolah itu setahun,” katanya.
Prabowo juga menyinggung berbagai pengamat yang terus mengomentari kinerja pemerintahannya dalam 100 hari pertama.
“Ini lagi pengamat-pengamat pintar itu, 100 hari kinerja, nggak tahu dapat nilai bagus, kecewa mereka,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap pemerintahan harus dijadikan motivasi untuk terus bekerja lebih baik.
“Kita jangan cepat puas, jangan bangga, ini dorongan bagi kita untuk berbuat lebih banyak,” tutupnya. [THQ]

