RELUNG.ID — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa ia tidak akan turun berkampanye, menanggapi isu yang menyebutkan bahwa dirinya akan berkampanye pada hari terakhir masa kampanye, yakni pada 10 Februari 2024.
Hal ini diungkapkan dalam keterangan pers yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (7/2/2024).
Jokowi mempertanyakan asal mula isu tersebut dengan berkata, “Yang bilang siapa?”
BACA Juga : Universitas IBA Palembang Serukan Penyelamatan Demokrasi di Indonesia
Meskipun presiden diizinkan untuk berkampanye menurut undang-undang, Jokowi menegaskan bahwa ia tidak akan melakukannya. Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 14 Februari nanti.
“Saya tidak akan berkampanye. Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya, datang ke TPS, dan memberikan suara sesuai dengan pilihan,” kata Jokowi.
Jokowi juga meminta aparat negara seperti ASN, TNI, Polri, dan BIN untuk tetap netral dan menjaga kedaulatan rakyat. Selain itu, ia menginstruksikan KPU dan Bawaslu untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam mengawal jalannya pemilu.
BACA Juga : Mulai Besok hingga Hari Pencoblosan Pemilu 2024, Pemerintah Stop Salurkan Bansos
“Saya ingin menegaskan bahwa ASN, TNI, Polri, termasuk BIN, harus netral dan menjaga kedaulatan rakyat. KPU, Bawaslu, dan semua pihak terkait harus profesional dan memastikan integritas pemilu agar suara rakyat benar-benar berdaulat,” ujarnya.
Jokowi juga berharap semua pihak dapat menjaga suasana pemilu yang damai, jujur, dan adil. Ia menekankan pentingnya menghargai hasil pemilu dan bersatu kembali untuk membangun Indonesia.

